Breaking News:

Pilpres Amerika Serikat

Serikat Pramugari Minta Pendukung Donald Trump Dilarang Naik Pesawat Komersial

Fox News melaporkan, ulah massa pendukung Doland Trump yang ikut unjuk rasa membuat jadwal penerbangan ke Washington DC kacau balau.

Tangkap Layar Video The Wall Street Journal
Massa pendukung Presiden petahana AS Donald Trump menyerbu Kantor Kongres AS, Capitol pada Rabu (6/1/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC –Pascakerusuhan di Gedung Capitol (6/1/2021), Serikat pramugari Amerika Serikat (AS) meminta pendukung Presiden Donald Trump dilarang naik pesawat komersial.

Fox News melaporkan, ulah massa pendukung Doland Trump yang ikut unjuk rasa telah membuat jadwal penerbangan ke Washington DC menjadi kacau balau.

Menurut Presiden Association of Flight Attendants-CWA Sara Nelson, pengunjuk rasa pro-Trump yang meninggalkan Washington DC harus dilarang terbang memakai pesawat komersial.

Baca juga: Donald Trump Akhirnya Secara Terbuka Mengatakan Siap Meninggalkan Gedung Putih

Baca juga: Massa Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Seorang Wanita Tewas Tertembak, Trump Makin Dikecam

Baca juga: Pemimpin Partai Republik Kesal dan Meminta Segera Berhentikan Donald Trump

Association of Flight Attendants-CWA adalah serikat pramugari yang beranggotakan pramugari dari berbagai maskapai penerbangan seperti United Airlines, Spirit Airlines, dan Alaska Airlines.

Sara Nelson melalui pernyataan yang dirilis pada Rabu (6/1/2021) mengkritik perilaku demonstran di Capitol Hill atau Gedung Capitol.

"Perilaku massa yang terjadi di beberapa penerbangan ke daerah Washington DC kemarin tidak dapat diterima dan mengancam keselamatan dan keamanan setiap orang di dalamnya," ujar Nelson.

Dia mengatakan, kepulangan demonstran dari Washingtin DC justru akan lebih menciptakan kekhawatiran lebih lanjut.

"Tindakan melawan demokrasi kita, pemerintah kita, dan kebebasan yang kita klaim sebagai orang Amerika harus mendiskualifikasi individu-individu ini dari kebebasan terbang," tambahnya.

Pada Rabu (6/1/2021), massa pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol untuk mengganggu Kongres AS mengesahkan suara Electoral College.

Aksi kekerasan tersebut membuat persidangan Kongres AS tertunda, memaksa anggota parlemen mengungsi, dan menunda konfirmasi kemenangan Presiden AS terpilih Joe Biden.

Halaman
1234
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved