Kisah Haru Prajurit TNI Dimas, Termotivasi Jenderal Andika Perkasa dan 18 Tahun Tak Bertemu Orangtua
Alasan Dimas tetap semangat untuk menjadi seorang tentara yakni juga mendapat pengaruh positif dari KSAD Jenderal Andika Perkasa
Momen haru tersebut merupakan keajaiban yang tak disangka oleh seorang Dimas.
Baca juga: KSAD Jenderal Andika Perkasa Pemimpin yang Disegani, Pendidikan Militer Lulusan Washington D.C
Baca juga: 2 Perwira TNI AD Ini Dapat Hadiah Spesial KSAD Jenderal Andika Perkasa, Tempat Dinas Pilih Sendiri
Kuli bangunan jadi TNI AD

Kisah tak kalah menginspirasi juga datang dari Haidir Anam, seorang kuli bangunan di Mabes AD yang berjuang keras menjadi prajurit TNI AD.
Sosok Haidir Anam pun menarik perhatian Jenderal Andika Perkasa, hingga membuat sang KASAD menyempatkan diri untuk menghampirinya saat bekerja.
Melansir dari tayangan di channel YouTube TNI AD, Sabtu (26/12/2020), diketahui juga kalau Haidir Anam merupakan teman dekat Sandi Rihata.
Sekadar mengingatkan, Sandi Rihata merupakan kuli bangunan di Mabes AD yang sempat jadi sorotan karena makan siang bersama Jenderal Andika Perkasa.
Sandi Rihata pun sangat mendukung cita-cita Haidir Anam untuk menjadi prajurit TNI AD.
Baca juga: Kisah Staf Jenderal Andika Perkasa, Tertarik Masuk TNI karena Pendidikan Gratis, Kini Bintang 3
1. Putus sekolah saat SMP
Anam mengaku awalnya sempat minder karena gagal dalam pendidikannya yakni putus sekolah di bangku SMP.
Pria asal Cirebon ini kini tengah bekerja sebagai kuli bangunan di area Markas Besar TNI AD ( Mabes AD).
Anam mendapat tugas memperbaiki saluran, memasang udit, memasang keramik hingga mengecat.
Upah yang diterima olehnya hanya Rp 120 ribu, namun diakui oleh Haidir uang tersebut cukup untuk menghidupi keluarganya.
"Setiap minggu saya ngirimin buat keluarga saya, saya cuma bisa buat makan doang," ungkapnya.
"Dulu itu kan saya sekolah MTS, saya kasian sama bapak saya, dia juga kan kerja buat 9 orang yang di rumah sendirian," ungkap Anam.
Diketahui jika Anam, sapaan akrabnya, harus putus sekolah dan tak bisa melanjutkan pendidikan karena harus menjadi tulang punggung keluarga.