Kisah Bocah Terjebak Reruntuhan Bangunan Gempa Mamuju, BMKG Prediksi Gempa Susulan
Saat gempa bumi terjadi di Mamuju dua orang anak kecil tertimpa reruntuhan bangunan.
Hujan turun sejak siang hingga sore hari tanpa henti.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita mengatakan bahwa gempa di Majene dan Mamuju Sulawesi Barat tergolong gempa dangkal.
Pusat gempa berada pada kedalaman 10 KM.
Baca juga: Gempa di Sulawesi Barat, Wayan Santika Sebut Kondisinya di Polewali Mandar Aman
Baca juga: UPDATE Gempa Majene: 3.000 Orang Mengungsi, Sudah 28 Kali Sulbar Diguncang Gempa Sejak Kemarin
"Ini gempa dangkal yang tentunya karena magnitudonya besar, juga sangat dirasakan di permukaan. Dengan memperhatikan lokasi episenter, dan kedalaman hiposenternya atau kedalaman pusat gempanya, kita kategorikan gempa dangkal," kata Dwikorita.
Menurut Dwikorita, gempa besar di Majene terjadi dua kali.
Pada Kamis pukul 12.00 Wib waktu setempat, gempa terjadi dengan kekuatan 5,9 magnitudo.
12 jam kemudian atau tepatnya Jumat dini hari pukul 01.28 waktu setempat gempa dengan kekuatan lebih besar kembali mengguncang Majene yakni 6,2 magnitudo.
"Episenternya sama, hampir sama pada jarak kurang lebih 6 km arah timur laut Majene, Sulawesi Barat," katanya.
Menurutnya guncangan gempa terjadi di sejumlah wilayah dengan kekuatan beragam.
Di Majene dan Mamuju kekuatannya 4-6 MMI.
"Artinya guncangan dengan angka tersebut sangat dirasakan oleh banyak orang dan bahkan apabila ada cerobong ada bagian dari bangunan bisa roboh," katanya.
Selain itu gempa juga dirasakan di Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Mamasa dengan intensitas mencapai 3 sampai 4 MMI.
Guncangan gempa hampir dirasakan semua penduduk.
"Getarannya terasa seperti adanya truk yang berlalu," ujarnya.
Ia juga memprediksi masih akan ada gempa bumi susulan di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.