Serba Serbi
Ini Waktu Sakral Menurut Tradisi Masyarakat Hindu Bali
“Tindakan masyarakat Hindu Bali dalam menghadapi peralihan waktu, adalah dengan mengadakan rangkaian upacara sebagai wujud syukur kepada waktu yang
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
“Karena itu umat diharapkan membuat persembahan sesuai kemampuan (widi widana sarwa pawitra sakasidan),” jelasnya.
Baca juga: WIKI BALI - Memahami Aksara Modre, Dikenal Sakral dan Magis di Bali
Guna dipersembahkan kepada para dewa, terutama kepada Dewi Bulan.
Sesajen yang patut disembahkan saat bulan purnama, adalah penek kuning dengan lauk daging ayam putih siungan panggang.
Prayascita luih dan reresik, serta dilengkapi dengan segehan agung satu tanding. Upacara dilakukan di tempat suci, pemujaan milik keluarga (sanggah).
Ataupun tempat suci untuk umum seperti pura dan parhyangan.
Pada malam harinya, umat diharapkan melakukan yoga semadi.
“Diantara bulan purnama yang dianggap paling purna, adalah bulan purnama yang jatuh pada masa keempat yang disebut Purnama Kapat atau Purnama Karttika (sekitar September-Oktober),” jelasnya.
Ada kemungkinan Purnama Kapat atau Purnama Kartika dikatakan sakral dan sekaligus romantis karena Purnama Kapat.
Merupakan waktu peralihan, yakni waktu berakhirnya musim kemarau dan awal musim penghujan.
“Bila kita membaca sastra kakawin, kita menyadari betapa pentingnya fungsi bulan pada suatu zaman ketika penerangan jarang terdapat,” imbuhnya.
Bagi seorang penyair kakawin, tidak ada satu bulan pun yang dapat menandingi masa kapat.
Itulah bulan keindahan, bulan yang paling disukai oleh para pendamba keindahan untuk bercengkrama di pantai dan pegunungan.
Baca juga: Mimpi Watin Ciptawan Terwujud, Angkat Tradisi Sakral Bali lewat Film Kajeng Kliwon
Seperti disebutkan di dalam Kakawin Sumanasantaka, dengan syair ‘Yan ring karttikamasa ramya masa ni nghulun ameng-ameng ing pasir wukir’.
“Konon pada bulan kapat pula, penyair melangkahkan kakinya menuju tempat-tempat indah membawa alat tulisnya. Dimana dewa keindahan mengilhaminya untuk menulis sebuah kakawin, seperti diungkapkan dalam Kakawin Bhomantaka,” sebutnya.
Dapat dipahami, bahwa bulan Purnama Kapat merupakan puncak segala keindahan sehingga dipilih oleh para dewa dan roh leluhur untuk melakukan yoga semadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-bulan-purnama.jpg)