Breaking News:

Berita Tabanan

Jumlah Pendaftar LKK Tabanan Membludak, Pelatihan Barista Paling Diminati Milenial

ada 10 progam pelatihan yang disediakan rinciannya adalah untuk program latihan Las 1 kelas (16 orang), Otomotif 1 kelas (16 orang), Servis AC 1 kelas

Dok. LKK Tabanan
Suasana saat UPTD LLK Tabanan menggelar rapat koordinasi rutin untuk rencana tahap seleksi dan skema pelatihan di tahun 2021 di ruang rapat Kantor Lembaga Latihan Kerja (LLK) Meliling, Tabanan, Senin 18 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Proses pendaftaran penerimaan peserta pelatihan baru di Lembaga Latihan Kerja (LLK) Tabanan telah resmi pekan lalu.

Jumlahnya membludak sebanyak 589 pendaftar dari total kuota yang tersedia 320 orang.

Dari jumlah tersebut pelatihan barista paling diminati kaum milenial Tabanan.

Kini, pihak UPTD LLK Tabanan pun telah menggelar rapat kordinasi dengan membahas perencanan tahap seleksi yang akan digelar mulai Senin 25 Januari 2021 hingga 15 Februari 2021 mendatang. 

Menurut data yang diperoleh dari UPTD LLK, total ada 10 progam pelatihan yang disediakan rinciannya adalah untuk program latihan Las 1 kelas (16 orang), Otomotif 1 kelas (16 orang), Servis AC 1 kelas, Menjahit 1 kelas, Pengolahan Hasil Pertanian (PHP) membuka 2 kelas (32 orang), Pembuatan Roti dua kelas (32 orang), Spa 2 kelas (32 orang), Program Tatarias empat kelas (64 orang), serta Barista 4 kelas (64 orang).

Baca juga: Program Pelatihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Tabanan Diserbu Pelamar, Peminat Barista Membludak

Baca juga: Gelar Pelatihan Keterampilan, Dinas Tenaga Kerja Klungkung Targetkan Wirausaha Baru di Masa Pandemi

Sehingga total ada 320 orang yang akan diterima sebagai peserta pelatihan.

"Total semua pendaftar yang masuk sebanyak 589 orang, sementara kuota kita hanya 320 orang. Dari jumlah tersebut, yang paling mendominasi adalah mereka yang memang sudah di PHK bukan hanya sekedar dirumahkan saja. Sepertinya seleksi ini nantinya sangat ketat," kata Kepala UPTD LLK Tabanan, I Gede Nengah Sugiarta, Senin 18 Januari 2021 sembari menyatakan proses pendaftaran juga ditutup lebih awal karena takut antrian terlalau panjang pada tahap seleksi. 

Menurut dia, membludaknya jumlah pendaftar dibandingkan tahun sebelumnya karena efek pandemi saat ini.

Banyak masyarakat yang di PHK dan tak bekerja hingga sekarang membuat mereka memilih untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan skillnya lagi. 

"Terutama mereka yang PHK akibat pandemi ini, rata-rata mereka ingin mengikuti pelatihan untuk mengisi waktu dan menambah skillnya lagi," ujarnya. 

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved