Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Petani Garam di Amed Karangasem Tak Beroperasi Sementara Karena Cuaca Buruk

Petani garam di Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, sementara tak beroperasi lantaran cuaca di sekitar tidak bersahabat.

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Gambar oleh Quang Nguyen vinh dari Pixabay
Foto ilustrasi petani garam - Petani Garam di Amed Karangasem Tak Beroperasi Sementara Karena Cuaca Buruk 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Petani garam di Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, sementara tak beroperasi lantaran cuaca di sekitar tidak bersahabat.

Proses pembuatan garam dihentikan sementara dari bulan November 2020 hingga Januari 2021.

Petani garam akan kembali berproduksi setelah cuaca membaik.

Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Garam Bali, Desa Purwakerti, Nengah Suanda menjelaskan, petani garam yang masuk di MPIG diliburkan sementara.

Baca juga: Hanya Tersisa 2 Orang, Desa Kelating Tabanan Krisis Regenerasi Petani Garam

Baca juga: Kim Jong Un Larang Rakyatnya Tangkap Ikan & Produksi Garam, Khawatir Terinfeksi Virus Corona

Baca juga: Tips Bikin Tumis Kangkung Super Enak dari Chef, Tambahkan Garam Saat Panaskan Minyak

Pemicu utamanya yakni karena sering hujan.

Ini akan berdampak ke proses pengeringan garam.

Ditambah tingginya ombak pantai.

"Dari bulan November sudah tak operasi. Sampai kapan libu?, belum bisa dipastikan. Sampai hari ini masih hujan. Semoga cuaca sekitar segera membaik, sehingga petani garam kembali beraktivitas seperti semula,"harap Ketua MPIG Garam Bali, Nengah Suanda, Selasa 19 Januari 2021.

Ditambahkan, sebagian besar anggota MPIG saat ini bekerja di dalam.

Diantaranya menyortir serta mengemas stok garam tahun sebelumnya, yaitu tahun 2019 serta 2020.

Pasokan garam yang masih di gudang yakni produk yang siap dikirim ke beberapa daerah di Indonesia.

Seperti Jawa Barat dan Jakarta.

Untuk stok garam tahun sebelumnya masih berada dikisaran angka 25 sampai 30 ton.

Produksi garam Amed mengalami peningkatan.

Petani di MPIG mampu memproduksi sekitar 1.500 kilogram selama bekerja.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved