Corona di Bali
Rakor dengan Satgas Covid-19 Nasional, Upacara Keagamaan hingga WNA Jadi Sorotan Pemprov Bali
Rakor dipimpin langsung oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Provinsi Bali merupakan 1 dari 10 Provinsi di Indonesia yang menjadi prioritas pemutusan rantai penyebaran covid-19.
Pelaksanaan PPKM (Penerapan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat), terapi Plasma Konvalasen dan isolasi mandiri menjadi strategi jitu pemerintah beriringan dengan tahapan demi tahapan vaksinasi covid-19.
Hal ini dibahas dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional melalui video conference (vidcon).
Baca juga: Isolasi Mandiri Tak Maksimal, Pangdam IX/Udayana : TNI Harus Jadi Ujung Tombak Penanganan Covid-19
Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19: Pasar Ponsel Pintar Global Anjlok Hampir 9 Persen pada 2020
Baca juga: Tempat Karantina Pasien Covid-19 di Badung Penuh, Dinkes Sebut Ada Tambahan dari Provinsi
Rakor dipimpin langsung oleh Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.
Di level daerah, vidcon ini dilaksanakan oleh jajaran Forkopimda. Seperti halnya diikuti Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya dari Ruang Puskodalops Kodam IX/Udayana, pada Minggu (17/1/2021) malam.
"Rakor tersebut membahas tentang dalam pemutusan rantai penularan Covid-19. Terkait update kasus Covid-19 di 10 Provinsi prioritas Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Sumatra Barat," terang Kasdam melalui keterangan tertulis kepada Tribun Bali.
Dalam vidcon tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, dr. Ketut Suarjaya, MPPM, menyampaikan, bahwa Provinsi Bali sampai saat ini terus mengalami penambahan kasus positif.
Untuk itu, PPKM tengah berlangsung dan diawasi secara ketat oleh unsur TNI, Polri, BIN dan Instansi terkait lainnya.
Di samping itu, pelaksanaan pemberian vaksin juga mulai dilakukan secara bertahap diseluruh wilayah Provinsi Bali dengan harapan Covid-19 dapat ditanggulangi secara maksimal.
Menurut dr. Suarjaya, tantangan yang dihadapi dalam upaya penanggulangan Covid-19, antara lain kegiatan isolasi dan karantina mandiri
"Isolasi dan karantina mandiri dilakukan dengan baik di tempat-tempat yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah Bali, walaupun masih belum maksimal," papar dr. Suarjaya dalam keterangan tertulis tersebut.
Selain itu, kepatuhan masyarakat dalam mererapkan protokol kesehatan juga dinilai masih belum maksimal.
"Upacara keagamaan dan kegiatan adat di Bali sangat tinggi sehingga akan mengakibatkan penambahan kasus klaster baru, walaupun angka kesembuhan sudah meningkat," bebernya.
Lanjut dia, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk memberikan donor Plasma Konvalasen yang mana masih perlu disosialisasikan baik dari pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya, beriringan dengan pelaksanaan penyuntikan vaksin untuk mencegah penyebaran Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kasdam-ixudayana-brigjen-tni-candra-wijaya-saat-mengikuti-rakor.jpg)