Breaking News:

Berita Bangli

Ruang Isolasi Penuh, RSU Bangli Manfaatkan Ruang Isolasi Pasien Suspek

Alhasil pihak RSU Bangli kini memanfaatkan ruang isolasi bagi pasien suspek, sebagai ruang perawatan pasien yang terkonfirmasi positif virus corona.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Direktur RSU Bangli I Nyoman Arsana. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ruang isolasi perawatan pasien covid-19 di RSU Bangli kabarnya penuh.

Alhasil pihak RSU Bangli kini memanfaatkan ruang isolasi bagi pasien suspek, sebagai ruang perawatan pasien yang terkonfirmasi positif virus corona.

Diketahui, RSU Bangli memiliki ruang isolasi dengan total kapasitas 34 bed. Seluruhnya dibagi menjadi tiga ruang.

Di mana 10 bed diantaranya, untuk isolasi perawatan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, dan 24 bed sisanya untuk isolasi bagi pasien suspek, yang masih menunggu hasil swab test. 

Direktur RSU Bangli, I Nyoman Arsana, Selasa (19/01/2021) membenarkan, jika kapasitas 10 bed di ruang isolasi perawatan telah penuh.

Baca juga: RSU Bangli Rencanakan Layanan Swab Mandiri Tahun 2021 Mendatang

Baca juga: Dua Warga Desa Songan Bersimbah Darah Dilarikan Ke RSU Bangli, Satu Orang Ususnya Terburai

Baca juga: Rp 1,9 Miliar untuk Pembayaran Insentif Pegawai RSU Bangli

Hal ini lantaran jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid dan menjalani perawatan di RSU Bangli, berjumlah 17 orang. 

Dengan penuhnya ruang isolasi perawatan, pihaknya kini memanfaatkan ruang bagi pasien suspek yang berkapasitas 24 bed.

Kendati ruang suspek dimanfaatkan sebagai ruang tunggu hasil swab pasien, Arsana mengaku tidak masalah sebab ruangan tersebut telah didesain khusus.

"Ruangannya khusus, tidak seperti ruang biasa. Jadi kita lakukan penyekatan lengkap dengan tambahan ventilasi hingga filter dengan tekanan negatif," jelasnya. 

Mengingat tren penyebaran covid-19 di Bangli akhir-akhir ini mengalami peningkatan, Arsana mengaku saat ini belum ada rencana penambahan ruang isolasi perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19.

Pihaknya mengatakan masih memaksimalkan ruangan yang ada, sebab diakui masih terdapat bed yang kosong. 

Pria asal Desa Songan, Kintamani itu juga menilai peningkatan kasus positif virus corona yang terjadi di Bangli awal tahun 2021 ini, tidak lain merupakan klaster dampak momen tahun baru.

Karenanya ia berharap pada bulan-bulan kedepan, kasus covid-19 di Bangli segera mengalami penurunan.

"Terlebih satgas kita di lapangan, dari instansi TNI, Polri, Satpol PP terus bergerak mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. Mudah-mudahan kalau di hulu sudah tertangani, di hilirnya pasti akan terjadi penurunan," tandasnya. 

Baca juga: RSU Bangli Terancam Kekurangan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved