Corona di Bali
RSU Bangli Rencanakan Layanan Swab Mandiri Tahun 2021 Mendatang
Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli kabarnya tengah memperisapkan pelayanan swab PCR bagi masyarakat umum.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli kabarnya tengah mempersiapkan pelayanan swab PCR bagi masyarakat umum.
Sesuai rencana, layanan tersebut di jadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2021 mendatang.
Wakil Direktur Penujang dan Sarpras, I Wayan Pariasta, Selasa (22/12/2020) mengungkapkan, sementara RSU Bangli belum mampu melakukan pelayanan swab secara mandiri.
Pelayanan swab hanya dilakukan dengan pengambilan sample, dan selanjutnya dibawa ke RS Bali Mandara untuk dilakukan uji lab.
Baca juga: Alasan Gubernur Koster Bebaskan Tes Swab PCR Dan Rapid Test Bagi PPDN Usia di Bawah 12 Tahun
Baca juga: Gubernur Koster Ungkap Alasan Kebijakan Swab PCR dan Rapid Test Antigen Bagi PPDN yang Masuk Bali
Baca juga: Tabanan Buka Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya, Kuota Siswa 50%, Guru Wajib Tes Swab dan Divaksin
Di sisi lain, Pariasta mengatakan ada penekanan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali agar setiap rumah sakit kabupaten mampu melaksanakan pelayanan swab secara mandiri.
“Sesuai arahan pak direktur pada tahun 2021 ini akan ada pelaksanaan swab mandiri di RSU Bangli. Kita sudah menyusun perencanaannya. Nantinya kalau sudah berfungsi seperti harapan kita, pelayanan ini tidak hanya untuk kepentingan pasien, namun juga masyarakat umum,” ucap Pariasta.
Dalam hal ini, pihaknya mengatakan proses perencanaan layanan swab secara mandiri membutuhkan persiapan yang matang.
Baca juga: Kapolda Putu Jayan Fokus Pintu Masuk Bali, Tindak Tegas Pemalsuan Surat Swab dan Rapid Test
Baca juga: Kebijakan Tes Usap dan Tes Cepat Antigen Masuk Bali, Upaya Yakinkan Pusat Agar Buka Pintu Wisman
Baca juga: Rapid Test Antigen Diberlakukan Mulai Besok, Antrean Panjang Terjadi di Bandara Soekarno-Hatta
Kendati pemerintah provinsi akan membantu satu unit mesin PCR, nyatanya ada beberapa kendala lain yang belum terpenuhi. Mulai dari fasilitas penunjang hingga ketersediaan sumber daya manusia (SDM).
“Kalau linier persyaratan standar seperti gedung. Sebenarnya belum terlalu pas, namun berdasarkan hasil tinjauan tim dari dinas kesehatan provinsi, sementara diperbolehkan dengan sedikit invoasi,” ujarnya.
Baca juga: Sopir Angkutan Logistik dan Warga Kondisi Tertentu Bisa Bebas Biaya Rapid Test Antigen Masuk Bali
Baca juga: Tes Antigen Gratis untuk Angkutan Logistik di Pelabuhan Gilimanuk, Ini Tarif Tes Antigen untuk Umum
Begitupun dengan fasilitas penunjang lainnya seperti reagen, pipet, dan lain-lain, Pariasta mengatakan akan mengusulkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Bangli.
Berdasarkan Analisa pihaknya, anggaran yang diusulkan untuk memenuhi kebutuhan ini senilai Rp 3,2 miliar.
Sedangkan untuk kebutuhan SDM, pihaknya mengatakan masih kekurangan sebanyak lima orang tenaga analis.
“Itu jumlah minimal tenaga yang dibutuhkan agar bisa berjalan. Sebab untuk total tenaga analis yang dibutuhkan sekitar 20 orang,” tandasnya. (*)