Berita Klungkung
Kontrak Perawat Khusus Covid-19 Diusulkan Diperpanjang, 5 Dokter di Klungkung Bali Terinfeksi Covid
Kontrak Perawat Khusus Covid-19 Diusulkan Diperpanjang, Dianggarkan Rp. 900 Juta Sampai Agustus 2021, 5 Dokter di Klungkung Terinfeksi Covid-19
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Masa kontrak perawat dan tenaga pendukung khusus pasien Covid-19 di RSUD Klungkung, Bali, akan berakhir bulan Februari 2021.
Karena pandemi belum berakhir, pihak RSUD Klungkung telah mengajukan usulan perpanjangan kontrak untuk perawat dan tenaga pendukung itu sampai bulan Agustus 2021 mendatang.
Dirut RSUD Klungkung, dr. I Nyoman Kesuma menjelaskan, ada 29 perawat dan 11 tenaga pendukung operasional yang direkrut untuk menangani pasien Covid-19.
Mereka awalnya dikontrak selama 6 bulan, sampai bulan Februari 2021.
Baca juga: Pria Lebih Rentan Terpapar Covid-19 daripada Wanita, Ini Penyebabnya
Baca juga: 40 Komisioner KPU Terpapar Covid, Imbas Pilkada Serentak, Ada yang Meninggal
Baca juga: Pelatih Bali United Teco Pilih di Rumah Saja daripada Ikut Tarkam, Khawatir Terpapar Covid-19
"Kondisi pandemi belum berakhir, dan Pemerintah Pusat menginstruksikan setiap RS untuk menyediakan ruangan untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sehingga tenaga perawat dan pendukung operasional itu masih kami butuhkan, " jelas Nyoman Kesuma, Selasa 19 Januari 2021.
Pihaknya sudah mengusulkan perpanjangan kontrak tersebut ke Pemkab Klungkung, hingga bulan Agustus 2021 mendatang.
Ada beberapa pertimbangan perpanjangan kontrak tersebut, antara lain wabah Covid-19 masih berlangsung dan ada prediksi terjadi peningkatan.
Kemenkes mewajibkan semua rumah sakit rujukan Covid-19 menambah tempat tidur di ruang isolasi minimal 30 persen dari total tempat tidur yang tetsedia.
Bahkan kalau diperlukan melakukan konversi ruang perawatan non Covid, menjadi ruang isolasi Covid-19.
Karena itu, RSUD Klungkung menyiapkan 36 tempat tidur cadangan untuk isolasi pasien Covid-19, di Ruang Isolasi Basement dan Ruang Isolasi Jambu.
Penambahan tempat tidur ini membutuhkan tambahan tenaga.
Sehingga apabila tenaga kontrak layanan Covid-19 diputus bulan Februari, maka kesiapan RSUD Klungkung untuk menangani pasien Covid-19 apabila kasus meningkat menjadi berkurang.
"Arahan dari pusat seperti itu, untuk antisipasi lonjakan kasus Covid-19. Sehingga walaupun ruangan itu kosong, petugas kesehatan tetap kami siagakan. Sehingga kami usulkan perpanjangan kontrak perawat dan tenaga penunjang khusus Covid-19, dengan anggaran mencapai Rp. 900 juta," ungkapnya.
Selama Pandemi, 5 Dokter di Klungkung Terinfeksi Covid-19
Selama pandemi Covid-19, terdapat 5 orang dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Klungkung yang terinfeksi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-medis-ketika-sedang-percikan-tirta-ke-pasien-covid-19-di-rsud.jpg)