Breaking News:

Berita Denpasar

Jual Surat Rapid Test Palsu, Oki dan Denny Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 2 Tahun Penjara

Oki Santoni alias Toni (23) dan Denny Hidayat (24) menjual surat rapid test palsu.

Tribun Bali/I Putu Candra
Oki dan Denny saat menjalani sidang tuntutan secara virtual. Keduanya diadili karena diduga membuat dan menjual surat rapid test palsu - Jual Surat Rapid Test Palsu, Oki dan Denny Minta Keringanan Hukuman Usai Dituntut 2 Tahun Penjara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mengeruk keuntungan di tengah situasi pandemi Covid-19, dengan cara pembuat dan menjual surat rapid test palsu dilakukan Oki Santoni alias Toni (23) dan Denny Hidayat (24).

Selembar surat rapid test palsu itu, dijual dua sekawan tersebut seharga Rp. 50 ribu.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa pun dituntut pidana penjara selama dua tahun.

Tuntutan itu telah diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali.

Baca juga: WNA Yang Melanggar Prokes di Badung Bali Mau Bayar Denda Ketika Hendak di Lakukan Rapid Test

Baca juga: Pimpinan Daerah Karangasem Bali Gelar Rapid Test Antigen Sebelum Mulai Rapat Rutin

Baca juga: 9 Orang Reaktif Pasca Rapid Antigen Ratusan Orang di Pejeng Kangin Gianyar

"Jaksa melayangkan tuntutan dua tahun penjara kepada kedua terdakwa. Keduanya mengajukan pembelaan lisan dan meminta kepada majelis hakim supaya dihukum ringan. Mereka telah mengakui dan menyesali perbuatannya," terang Kasi Pidum Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta saat dikonfirmasi, Jumat 22 Januari 2021.

Dikatakannya, dalam surat tuntutan jaksa, para terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai, atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak palsu, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian

Atas perbuatan itu, kedua terdakwa asal Mataram, NTB tersebut dinilai melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu, diungkap dalam surat dakwaan terkait perkara pemalsuan surat rapid test ini.

Bahwa kedua terdakwa ditangkap di tempat kosnya di Jalan Dewata, Gang Harum Manis, Sidakarya, Denpasar, Senin 21 September 2020 sekira pukul 19.00 Wita.

Lebih lanjut, perbuatan kedua terdakwa ini berawal pada pertengahan bulan September 2020, ketika seseorang yang bernama Iksan datang ke kos terdakwa Oki.

Halaman
123
Penulis: Putu Candra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved