Pilpres Amerika Serikat

Profil Joe Biden: Presiden AS Tertua, Pertama dari Delaware dan Kedua Beragama Katolik

Dia menjadi kandidat pertama yang mengalahkan presiden yang masih duduk di Gedung Putih sejak Bill Clinton kalahkan George HW Bush pada tahun 1992.

Editor: DionDBPutra
Tangkap layar Kompas TV
Joe Biden mengucapkan sumpah saat dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat di Washington DC Rabu 20 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM - Joseph Robinette Biden Jr atau akrab disapa Joe Biden sudah menjabat sebagai presiden ke-46 Amerika Serikat Rabu 20 Januari 2021.

Dalam pemilihan presiden Amerika Serikat ( Pilpres AS ) 3 November 2020, pria kelahiran 20 November 1942 yang berpasangan dengan Kamala Harris tersebut unggul atas pasangan calon petahana Donald Trump-Mike Pence.

Menelusuri profil Joe Biden, Anda akan mengetahui bahwa dia bukanlah orang baru di pemerintahan Amerika Serikat.

Politisi Partai Demokrat itu sudah makan asam garam. Pengalamannya segudang. Dia terjun di panggung politik Amerika sejak usia masih sangat muda. Menjadi senator AS selama 36 tahun!

Baca juga: Profil Joe Biden: Pernyataannya Membuat Barack Obama Frustrasi

Baca juga: Profil Joe Biden: Jatuh Bangun Berjuang Menuju Gedung Putih Sejak Tahun 1987

Baca juga: Profil Joe Biden: Pria Yang Bahagia dan Bermurah Hati Terhadap Orang Lain

Jabatan tertinggi Joe Biden sebelum ini adalah wakil presiden ke-47 AS selama dua periode pemerintahan Presiden Barack Obama 2009-2017.

Berikut profil Joe Biden yang oleh James Traub dilukiskan sebagai tipe orang yang bahagia dan bisa bermurah hati terhadap orang lain seperti dirinya sendiri.

Wikipedia mencatat Joe Biden berperan besar dalam kampanye presiden 2016. Selama masa jabatan keduanya sebagai wapres, Biden sering disebut sedang mempersiapkan kemungkinan tawaran untuk pencalonan presiden dari Partai Demokrat 2016.

Dukungan keluargaa, teman, dan donatur serta menurunnya peringkat elektabilitas Hillary Clinton pada tahun 2015, membuat Joe Biden sempat berpikir serius mempertimbangkan prospek ikut pencalonan tahun2016.

Hingga 11 September 2015, Biden masih belum yakin untuk mencalonkan diri. Kematian putranya ikut mempengaruhi keputusan Joe Biden.

Pada 21 Oktober 2015, berbicara dari podium di Rose Garden bersama istri dan Presiden Barack Obama di sisinya, Joe Biden mengumumkan keputusannya tidak mencalonkan diri sebagai presiden pada 2016.

Keputusan yang memberi jalan bagi Hillary Clinton maju bertarung melawan Donald Trump.

Pada Januari 2016, Joe Biden menegaskan bahwa itu adalah keputusan yang tepat.

Setelah Obama mendukung Hillary Clinton pada 9 Juni 2016, Biden mendukungnya pada hari itu juga. Sepanjang pemilu 2016, Joe Biden mengkritik keras lawan Hillary Clinton, Donald Trump, dalam istilah yang sering kali penuh warna.

Hasil Pilres AS 2016 memang menyakitkan kubu Partai Demokrat. Meskipun Hillary unggul popular vote namun kalah dari sisi elektoral sehingga memberi jalan bagi kemenangan Presiden Donald Trump.

Setelah meninggalkan jabatan wakil presiden tahun 2017, Joe Biden menjadi profesor di Universitas Pennsylvania, sambil terus memimpin upaya untuk menemukan pengobatan kanker.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved