Breaking News:

Berita Bali

MDA Bali Minta Pelarangan Ogoh-ogoh Serangkaian Nyepi Tak Jadi Polemik, Sebut Kesehatan Alasan Utama

 "Arak-arakan ogoh-ogoh ditiadakan mestinya di masyarakat tidaklah menjadi polemik lagi. Karena mengapa? Bahwa kita dalam suasana pandemi,

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Bendesa Agung Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet saat ditemui awak media usai konferensi pers di kantornya, Sabtu, 23 Januari 2021 

Sukahet menerangkan, arak-arakan ogoh-ogoh bukanlah rangkaian wajib dari Hari Raya Nyepi.

Menurutnya, di dalam berbagai tatwa ogoh-ogoh tidak diwajibkan, akan tetapi merupakan kreasi budaya dan adat yang bagus.

Kreasi ini lalu dikaitkan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi yang jatuh pada Sasih Kesanga.

 "Tapi di sastranya apakah itu kewajiban, tidak! Oleh karena itu secara agama itu tidak wajib. Yang wajib tawur kesanganya kemudian catur bratha penyepian," kata dia.

Menurut Sukahet, meskipun pengarakan ogoh-ogoh sudah dilarang beberapa kali, namun yang terpenting saat ini adalah mengutamakan kesehatan terlebih dahulu.

Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh Kembali Ditiadakan, Ketua STT di Denpasar: Kecewa, Tapi Astungkara Tetap Taat Aturan

"Yang penting kan kesehatan dulu, biar hidup kita dengan selamat. Jangan sampai kita malu secara nasional dan secara dunia juga (kalau) nanti ada klaster Nyepi. Waduh Nyepi kita kan jadi ternoda, kan malu kita," jelasnya.

Dirinya menilai, saat ini saja sudah terdapat klaster adat dan klaster agama, Bali sudah merasakan malu sekali.

 Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat Bali jengah sehingga tidak ada klaster Nyepi.

Sukahet menuturkan, kebijakan untuk pelarangan arak-arakan ogoh-ogoh sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi tahun ini dikeluarkan jauh lebih awal.

"Nyepinya bulan Maret, Januari sudah kita keluarkan SE. Supaya anak-anak muda kita, para yowana itu, bisa kemudian tidak terlalu mempersiapkan," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved