Breaking News:

Berita Buleleng

Pidsus Kejari Buleleng Periksa Sembilan Saksi Buntut Dugaan Mark-up Dana Explore Buleleng

Dari sembilan saksi itu, empat diantaranya merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pariwisata Buleleng.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng, AA Jalayantara 

 "Hasil pemeriksaan sifatnya rahasia," ucapnya.

Disinggung terkait penyelenggara Explore Buleleng, Jayalantara menyebut sepenuhnya dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Buleleng, termasuk pemilihan tempat wisata yang akan dikunjungi serta hotel untuk peserta Explore Buleleng.

Namun dalam kegiatan itu, Dispar juga melibatkan beberapa rekanan untuk transportasi dan konsumsi.

"Kegiatan Explore Buleleng ini memang harus dilakukan oleh Dispar untuk mempromosikan Buleleng di tengah pandemi. Penentuan trip perjalanan juga dari Dispar mulai dari Timur sampai Barat. Cuma dari kegiatan itu ada indikasi terjadi mark-up. Kami akan telusuri satu per satu, karena banyak sub kegiaatan di program ini," jelasnya.

Dugaan Mark Up Biaya Hotel & Dana Hibah, Berkas Penelusuran Buleleng Explore Diserahkan ke Pidsus

Kucuran dana hibah untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi ini diakui Jayalantara memang menjadi atensi penuh, atas perintah pimpinan Kejaksaan Agung RI.

 Bahkan pihaknya juga ditugaskan untuk mendampingi OPD-OPD yang menyelenggarakan program menggunakan dana PEN.

Namun pendampingan itu sifatnya pasif. Sementara untuk kegiatan Explore Buleleng, Dispar tercatat tidak meminta pendampingan kepada Kejari Buleleng.

"Kami akan memberikan pendampingan jika diminta. Kalau tidak diminta, kami juga tidak bisa masuk sembarangan. Kalau minta pendampingan ya kami arahkan.  Untuk Explore Buleleng ini mereka tidak minta pendampingan ke kami. Jadi kalau ada kekeliruan, itu menjadi risiko mereka sendiri," terangnya.

Bupati Ngaku Tidak Tahu Soal Explore Buleleng

Sebelumnya diwartakan Tribun Bali, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengaku tidak mengetahui program Explore Buleleng yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Buleleng, hingga akhirnya berbuntut pada kasus dugaan mark-up biaya hotel.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved