Corona di Indonesia

Sanksi Menanti Rumah Sakit Jika Tak Sediakan Bed Pasien Covid-19, Segini Besarannya

Jika ada rumah sakit yang tidak mematuhi aturan tersebut, maka Pemerintah akan memberikan sanksi.

Editor: Kander Turnip
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. 

Sanksi Menanti Rumah Sakit Jika Tak Sediakan Bed Pasien Covid-19, Segini Besarannya

TRIBUN-BALI.COM, SURAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan seluruh rumah sakit di Indonesia agar dapat mengalokasikan bed atau tempat tidur bagi pasien Covid-19.

Jumlahnya minimal 40 persen dari kapasitas tempat tidur di rumah sakit tersebut.

Menurut Muhadjir, jika ada rumah sakit yang tidak mematuhi aturan tersebut, maka Pemerintah akan memberikan sanksi.

Muhadjir mengatakan saat ini sudah ada aturan dari Menteri Kesehatan (Menkes) terkait hal tersebut.

”Pak Menkes sudah buat edaran, minimum 40 persen dari total alokasi bed yang ada di RS harus digunakan untuk pengobatan atau merawat pasien Covid-19," kata Muhadjir saat mengunjungi RSUD Bung Karno, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 29 Januari 2021.

Muhadjir menjelaskan, saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, dan minimnya ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 tengah menjadi masalah besar.

Ia mengatakan kunjungannya ke beberapa RS saat ini pun untuk memantau apakah RS menaati surat edaran tersebut atau tidak.

Sebab, kata dia, selama ini mayoritas RS termasuk RS negeri dan lembaga-lembaga pemerintah belum optimal mengalokasikan tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Pasien Covid Melonjak, Ini Permintaan Kementerian Kesehatan ke Semua Rumah Sakit

Rumah Sakit di Bali Diminta Naikkan Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 Sebesar 30 Persen

”Akibatnya banyak pasien Covid-19 yang tidak tertampung. Saya mohon juga teman-teman wartawan agar ikut memantau sehingga kalau ada RS yang tidak patuh, ya kita beri sanksi," kata dia.

Selain itu Muhadjir juga meminta setiap RS dapat menentukan status seseorang yang suspek Covid-19.

Kondisi mereka harus dipastikan apakah merupakan orang tanpa gejala (OTG), bergejala ringan, sedang, atau berat.

Menurut dia, dengan manajemen tata kelola suspek yang baik, maka kenaikan angka kasus Covid-19 yang terus meningkat dapat ditangani secara baik termasuk memastikan ketersediaan tempat tidur di RS.

"Ketika harus merujuk ke RS juga harus yang berat dulu, kemudian yang sedang. Sedangkan yang ringan dan tidak bergejala cukup melakukan isolasi mandiri," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved