Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua Pailit, Cok Ace : Ada Pihak Luar Yang Ingin Membeli Aset Kita di Bali

Pihaknya mengaku mendengar bahwa sejak dahulu sebelum pandemi Covid-19 telah banyak ada isu menjual hotel di Bali.

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua setelah dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASARMahkamah Agung memutuskan bahwa Swiss-Belhotel Segara yang berada di Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung dinyatakan pailit. 

Keputusan tersebut tercantum dalam putusan Mahkamah Agung No.1049 K/Pdt.Sus-Pailit/2020 Jo. No.268/Pdt.Sus-PKPU/2019/PN.Niaga.Jkt.Pst tertanggal 14 September 2020.

Menanggapi hal ini  Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ( Cok Ace) mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada hotel yang pailit.

Menurutnya, status pailit yang disangkakan ke Swiss-Belhotel Segara masih dalam proses.

"Ya saya kira itu masih dalam proses, belum ada yang pailit," kata Cok Ace saat ditemui usai peresmian gedung Ombudsman RI Perwakilan Bali, Jumat 29 Januari 2021.

Namun pihaknya mengaku mendengar bahwa sejak dahulu sebelum pandemi Covid-19 telah banyak ada isu menjual hotel di Bali.

Ada Penduduk Wuhan Yang Mengaku Dibungkam oleh China Soal Asal Usul Covid-19

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali ini menilai, hal itu sebagai upaya bagi orang dari luar hanya untuk melihat harga saja.

"Tapi yang jelas teman-teman semua, kita dikira di Bali sudah pailit sekali sehingga ada pihak-pihak luar memang ada ingin membeli aset-aset kita di Bali. Ini yang perlu kita cermati ke depan," pintanya.

Ia pun mengimbau kepada para pengusaha di Bali agar jangan sampai aset-aset dilepas kepada orang dari luar meski di tengah pandemi Covid-19.

Diberitakan Tribun Bali sebelumnya, General Manager Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua, Hendrik Rumapea juga keberatan dengan hal ini.

"Keberatannya kalau hotelnya sampai ditutup. Kalau keinginan kami hotel tetap beroperasional," ujar Hendrik, Kamis 28 Januari 2021.

Ia mengaku tak tahu alasan pasti Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua dinyatakan pailit.

Kata dia, tim kurator yang berjumlah tiga orang menemui manajemen hotel bintang empat tersebut kemarin.

Hasil pertemuan dinyatakan operasional hotel pailit dan kini dalam kontrol kurator.

"Detailnya saya kurang tahu tapi yang jelas dari September tahun lalu dinyatakan pailit oleh Mahkamah Agung. Dan saat ini masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK)," kata dia.

Hendrik berharap kepada kurator agar dalam proses Peninjauan Kembali operasional hotel tetap berjalan seperti biasa atau hotel tetap buka.

Ia beralasan saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19 yang membuat hotel masih dalam keadaan sulit.

"Pandemi seperti di mana semuanya masih dalam keadaan sulit, hotel-hotel masih dalam keadaan sulit. Supaya tidak terjadi PHK terhadap karyawan kami harap supaya hotel ini tetap bisa berjalan," imbuhnya.

Kurator Ambil Alih

Dampak pandemi Covid-19, operasional Swiss-Belhotel Segara Nusa Dua ditutup sementara selama empat bulan mulai bulan April hingga Juli 2020 lalu.

Kemudian mulai kembali beroperasi pada bulan Agustus dengan sistem kerja selama satu bulan karyawan masuk lima sampai delapan kali secara bergantian. Kendali operasional hotel dipegang kurator.

"Yang memegang kendali operasional hotel sekarang mereka (kurator). Nanti akan dilihat dan dimonitoring oleh mereka bagaimana kelanjutan seterusnya. Harapan kami supaya tetap buka," harap Hendrik. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved