Peternak Babi di Bali Menjerit, Harga 1 Ekor Sampai Rp 1 Jutaan, Bibit Babi Makin Langka dan Mahal

Peternak Babi di Bali Menjerit, Harga 1 Ekor Sampai Rp 1 Jutaan, Bibit Babi Makin Langka dan Mahal

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Ilustrasi - Peternak Babi di Bali Menjerit, Harga 1 Ekor Sampai Rp 1 Jutaan, Bibit Babi Makin Langka dan Mahal 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tak hanya harga daging babi yang melonjak drastis di Bali.

Harga bibit babi juga makin langka dan harganya melambung tinggi.

Para peternak babi hampir di seluruh Bali mengeluhkan kondisi ini. Mereka yang ingin merintis usahanya kembali, kesulitan mencari bibit babi.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Anak Agung Istri Intan Wiradewi, memperkirakan harga bibit babi di pasaran saat ini lebih dari Rp 1 juta per ekor.

“Padahal, permintaan bibit babi di Bali sudah mulai meningkat saat ini. Namun harganya tidak serta-merta bisa diturunkan mengingat perlu proses yang cukup panjang,” kata Intan saat ditemui Tribun Bali di kantornya di Denpasar, Senin 1 Februari 2021 siang.

Nengah Darma, peternak babi dari Desa Abang, Karangasem, mengatakan hampir sebagian besar peternak babi di daerahnya sulit membeli bibit babi.

Beberapa pasar hewan di Karangasem jarang menjual bibitnya.

Seandainya pun ada, harga per ekornya bisa meningkaat hingga 100 persen lebih dibanding sebelumnya.

"Sulit dapat bibit babi sekarang. Akhirnya saya beli bibit (babi) milik mertua 3 ekor. Terus beli di luar 2 ekor, tetapi harganya mahal yakni 2.5 juta. Biasanya Rp 2,5 juta saya bisa beli bibit babi 5 ekor, sekarang cuma dapat 2 ekor," tutur Nengah Darma ditemui di Kantor DPRD Karangasem, pekan lalu.

Soal Babi yang Langka di Pasaran, DPRD Bali Minta Pemprov Bagikan Bibit Gratis

Peternak Tabanan Bali Kesulitan Cari Bibit Babi, Dampak ASF Stok Bibit Terus Menipis

Meningkatnya harga bibit babi diduga dikarenakan minimnya stok babi.

Populasi babi, baik bibitnya maupun indukannya, makin langka di Bali.

Nengah Darma berharap kondisi kembali normal, sehingga peternak bisa menjangkau harga bibit babi seperti sebelumnya.

Saat ini sebagian peternak mengeluh tak bisa membeli bibit babi. Mereka pun memilih menunggu harganya turun.

"Nggak hanya peternak babi yang mengeluh. Sebagian penjual daging babi juga mengeluh karena pasokan dagingnya sedikit. Harga daging babi perkilogramnya juga tembus angka Rp 85.000 hingga Rp 100.000," imbuh Darma.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved