Breaking News:

Berita Buleleng

Kodim 1609/Buleleng Gelar Rapid Test Antigen Acak di Buleleng Bali, Dua Orang Ditemukan Reaktif

Dari puluhan orang yang di rapid test antigen itu, ada dua orang yang hasilnya dinyatakan reaktif.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Salah seorang warga saat mengikuti rapid test antigen yang dilaksanakan oleh anggota TNI Kodim 1609/Buleleng, Rabu (3/2) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG – Kodim 1609/Buleleng melaksanakan rapid test antigen acak, pada Rabu 3 Februari 2021.

Rapid test dilaksanakan di dua lokasi, yakni di Pura Jagatnatha Buleleng dan di sepanjang jalan Diponegoro, Singaraja. 

Dari puluhan orang yang di rapid test antigen itu, ada dua orang yang hasilnya dinyatakan reaktif.

Keduanya berjenis kelamin laki-laki, asal Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Buleleng.

Rencananya, dua warga yang hasil rapid testnya reaktif ini akan di swab test pada Kamis (4 Februari 2021) besok, untuk lebih memastikan apakah mereka positif terpapar covid-19 atau tidak. 

Patroli Gabungan Sidak Prokes di Tabanan, Puluhan Warga Jalani Rapid Test Antigen

Kodim Buleleng Bakal Laksanakan Rapid Test Antigen Acak di Pura Jagatnatha saat Hari Pagarwesi

Cegah Klaster Covid di Acara Nikahan, Bupati Suwirta Imbau Pihak Calon Pengantin Rapid Test Antigen

Hingga pukul 10.30 wita, kegiatan rapid test di sepanjang jalan Diponegoro ini masih berlangsung.

Sejumlah pengendara maupun pedagang yang ada di Pasar Anyar diminta kesediaannya untuk mengikuti rapid test acak ini. 

Dandim 1609/Buleleng,  Letkol Inf Mohammad Windra Lisrianto mengatakan, rapid test acak ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi pihaknya untuk mencegah penularan covid semakin meluas.

Rapid test acak ini, sebut Windra sifatnya tidak dipaksakan. Test hanya dilakukan kepada warga yang bersedia. 

"Rapid test ini kami lakukan sebagai bentuk antisipai, agar penularan dapat ditekan dan dikendalikan. Di Pura Jagatnatha kami lakukan karena sesuai perintah Satgas Provinsi dan Kabupaten, klaster upacara agama dan adat harus jadi konsentrasi penuh. Jangan sampai terjadi penyebaran covid di tempat-tempat ibadah," jelasnya. 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved