Breaking News:

Berita Badung

3 Hotel di Badung Bali Dinyatakan Pailit, IHGMA: Bukan Karena Pandemi

"Saya kira dengan soft loan adalah salah satu solusi dan ini harus dipercepat oleh pemerintah pusat. Karena kontribusi Bali terhadap pariwisata Indone

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Wakil Ketua DPP Indonesia Hotel General Manager Assosiation (IHGMA) saat dimintai kebenaran banyak hotel di Bali dijual. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Menanggapi ramainya hotel di Bali yang dijual sekarang dampak pandemi Covid-19, Wakil Ketua DPP Indonesia Hotel General Manager Assosiation (IHGMA), I Made Ramia Adnyana menyampaikan sampai saat ini pihaknya belum menerima data pasti akan adanya hotel yang lease (dijual).

"Setahu saya ada dua sampai tiga hotel yang dinyatakan pailit. Tetapi saya belum menerima informasi pasti kalau ada puluhan hotel dijual. Saya tidak mau memberikan komentar lebih lanjut terkait itu," ujar Ramia Adnyana saat ditemui tribunbali.com, di H Sovereign Bali, Jumat 5 Februari 2021.

Menurutnya dan sepengetahuannya teman-teman kita masih berusaha survive atau bertahan menghadapi pandemi Covid-19 ini karena pandemi akan mau satu tahun melanda kita.

Saat adanya dana hibah pariwisata Pemerintah Pusat melalui Kemenparekraf di Badung ada tiga hotel yang dinyatakan pailit dan tidak berhak untuk menerima hibah.

"Itu sudah diklarifikasi oleh Pemkab Badung tapi saya tidak tahu kalau ada beberapa hotel yang lainnya yang sudah dinyatakan pailit. Dan tiga hotel pailit itu setahu saya tapi saya tidak tahu pastinya mungkin karena faktor-faktor tertentu ya sehingga dinyatakan pailit tapi bukan karena pandemi Covid-19," ungkapnya.

Babak Belur Dihantam Pandemi Covid-19, Puluhan Hotel di Bali Dijual

Penyidik Sudah Kantongi Nama yang Dicurigai Mark-up Biaya Hotel Program Explore Buleleng

Pengusaha Hotel Banyak Yang Jual Aset Imbas Pandemi Covid-19, Ini Kata Astindo 

Saat ini diakuinya bahwa okupansi hotel yang menjadi anggota IHGMA khususnya Bali hanya satu digit dan menjelang libur Tahun Baru China atau Imlek belum terlihat adanya peningkatan okupansi.

Untuk periode libur Imlek pihaknya menunggu beberapa waktu lagi apakah okupansi akan meningkat atau masih seperti saat yang single digit okupansinya.

"Kita rata-rata teman-teman di hotel ini masih single digit okupansinya. Kalau pengajuan soft loan adalah solusi yang terbaik untuk memberikan suntikan kepada para pengusaha pariwisata agar usahanya bisa tetap sustain jadi tidak mati karena ketidakmampuan tidak bisa menanggung biaya operasional yang begitu tinggi selama ini," ujar Ramia Adnyana.

Dengan adanya soft loan menurutnya tentu akan memperpanjang nafas para pengusaha khususnya hotel di Bali dan bisa lebih produktif lagi karena jangka waktu yang diberikan 10 tahun dengan suku bunga ringan.

"Saya kira dengan soft loan adalah salah satu solusi dan ini harus dipercepat oleh pemerintah pusat. Karena kontribusi Bali terhadap pariwisata Indonesia dan Nasional itu sangat besar devisanya," harap Ramia Adnyana.

Hotel-hotel di Bali memiliki beberapa langkah untuk tetap dapat bertahan atau survive ditengah pandemi Covid-19, seperti yang dilakukan H Sovereign Bali karena Ramia Adnyana juga merupakan seorang General Manager di hotel tersebut.

"Kita masih melakukan banyak penghematan-penghematan untuk menekan biaya operasional. Kita juga jualan staycation untuk tamu yang long stay kita kasih harga spesial jadi ada fleksibilitas rate yang kita berikan kepada mereka," imbuhnya.

Menurutnya yang penting kita bisa men-generate cash flow kemudian ada juga langkah mengeluarkan voucher pay now stay later, jadi tamu bisa membeli voucher kita sekarang dengan harga promo tapi bisa dipakai atau digunakan nanti hingga akhir Desember 2021.

"Nah itu yang kita lakukan. Kemudian disamping juga jualan food and beverage, kita mulai besok akan buka lagi seperti stand bazaar untuk jualan makanan dan minuman kepada publik. Karena sekarang yang bisa dilakukan mungkin jualan makanan kemudian juga fleksibilitas rate," papar Ramia Adnyana.(*)

Hotel Dijual Bermunculan di Marketplace Saat Pandemi Covid-19, Ada yang Dijual Rp 2,7 Triliun 

Tanggapi Hotel Pailit di Bali, Menparekraf Sandiaga: Saya Tidak Ingin Sektor Ini Rusak Permanen

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved