Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

Mengenal Cabinfever, Kondisi yang Mengintai Para Pasien Covid-19

Di rumah sakit sendiri, cabinfever rentan dialami oleh pasien dengan penyakit menular atau salah satunya Covid-19.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Pasien Covid-19 saat dirawat di RSUD Klungkung, Jumat (8/1/2021). Mengenal Cabinfever, Kondisi yang Mengintai Pasien Covid-19 

Biasanya kalau opname selalu ditunggui saudara, banyak yang jenguk, dipijat kaki, sekarang tidak boleh karena Covid-19,” katanya.

Penelusuran Kontak Pasien Covid-19 di Bali Mulai Dekati Standar WHO

“Pada pasien seperti itu diterangkan baik-baik. Kami ajak untuk mencari jalan keluarnya dan beri pengertian agar menerima kondisi pasien sendiri.

 Kemudian diajak melatih pernapasan karena ini hubungannya ke paru-paru. Jadi tarik napas melalui hidung dan embuskan melalui mulut. Itu dilatih pelan-pelan,” sambungnya.

Menurutnya sugesti ini penting karena pandemi atau wabah merupakan hal yang tak bisa dihindari.

Berbeda halnya dengan bencana alam seperti tsunami atau gempa bumi.

“Misalnya bencana alam seperti itu kita bisa lari ke tempat yang tinggi. Tapi kalau wabah ini kita mau lari kemana itu tidak bisa.

 Jadi ini cukup berat, sehingga kita selalu mengingatkan untuk mengubah perilaku manusia agar mengikuti program kesehatan pemerintah.

 Nah, mengubah perilaku ini perlu proses panjang. Ada yang bisa percaya ada yang tidak. Mengubah perilaku merupakan tantangan yang cukup berat,” tambahnya.

Hingga saat ini, ia mengatakan, tidak ada penolakan dari pasien. Karena mereka membutuhkan bantuan tersebut agar secara mental dapat menerima kondisinya.

“Contoh lain lagi bagi pasien yang mengalami kesulitan tidur. Kondisi seperti itu yang bisa meresepkan obat tidur adalah psikiater. Dan pasien tidak masalah dikonsulkan psikiater.

 Tugas psikiater adalah mengubah cara pikir dia bahwa kondisi ini hanya berlangsung sementara,” jelasnya.

Pemberian psikiater tidak pada semua pasien Covid-19. Melainkan hanya pada pasien yang memunculkan gejala seperti kesulitan tidur, cemas, dan yang kerap berhalusinasi.

Rumah Sakit di Bali Diminta Naikkan Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 Sebesar 30 Persen

Hal ini lantaran setiap pasien memiliki kepribadian berbeda.

Disebutkannya pada pasien berkepribadian dewasa, akan jauh lebih mudah mengerti bahwa kondisinya hanya sementara.

Namun tak jarang ada pasien dengan kondisi yang kacau.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved