Breaking News:

Berita Bali

LPD se-Bali Alami Penurunan Aset hingga 3 Persen Imbas Pandemi Covid-19

Dalam rapat tersebut terungkap jika LPD di Bali mengalami penurunan aset sebesar 3 persen atau Rp 23,6 triliun selama masa awal pandemi Covid-19

Tribun Bali/Ragil Armando
Para perwakilan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se-Bali mendatangi DPRD Bali, Denpasar Rabu 10 Februari 2021. 

Seperti diketahui, LPD sendiri berdiri sebagai badan usaha keuangan yang dikecualikan atau tidak tunduk pada Undang Undang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Nomor 1 tahun 2013 dan hanya berdasarkan hukum adat di Bali.

Hingga Desember 2020, terdapat 1.493 desa adat di Bali.

 Dari jumlah desa adat tersebut, lembaga perkreditan desa yang terbentuk mencapai 1.436 LPD atau 96,2 persen dari desa adat yang ada.

Namun, yang beroperasi hanya 91,1 persen atau 1.308 LPD.

Sekelompok Warga Laporkan Pertanggungjawaban yang Janggal di LPD Ped ke Kejari Klungkung

Sebanyak 128 LPD tercatat tidak beroperasi lagi.

Adapun dari 1.308 LPD yang beroperasi di Bali hingga posisi akhir 2020, jumlah yang mengalami penurunan aset ada sebanyak 541 LPD atau sebesar 41,7 persen.

Rasio LPD yang mengalami peningkatan aset mencapai 58,3 persen atau sebanyak 757 LPD.

Di sisi lain, Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta mengatakan bahwa pihaknya berharap Lembaga Perkreditan Desa (LPD) mampu memberikan relaksasi bagi masyarakat yang mengalami permasalahan dalam pembayaran kreditnya.

Apalagi, saat ini banyak masyarakat Bali yang memiliki utang di LPD terpaksa tidak bisa membayar pelunasan pinjamannya akibat ekonominya terdampak akibat pandemi Covid-19..

"Ada keuntungan dari LPD akan dibawa ke masyarakat, LPD tidak bisa hilang," katanya, saat menerima para perwakilan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se-Bali mendatangi DPRD Bali, Denpasar Rabu 10 Februari 2021. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved