Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Besok Tumpek Landep, Apa Maknanya Dalam Hindu Bali?

Pada wuku atau uku Landep, yakni hari Sabtu Kliwon Landep merupakan hari suci Bhatara Siwa dan hari suci Sanghyang Pasupati.

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Rizal Fanany
I Nyoman Budiana melaksanakan upacara Tumpek landep di Pande Urip Wesi Tapak Karya, Jalan Ratna,Denpasar beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pada wuku atau uku Landep, yakni hari Sabtu Kliwon Landep merupakan hari suci Bhatara Siwa dan hari suci Sanghyang Pasupati.

Pada hari suci Tumpek Landep ini, diyakini Bhatara Siwa dan Sanghyang Pasupati melakukan yoga semadi.

Dalam Alih Aksara, Alih Bahasa, dan Kajian Lontar Sundarigama, dijelaskan sesajen untuk persembahan kepada Bhatara Siwa terdiri atas tumpeng putih kuning.

Daging ayam putih, ikan teri, terasi merah, sedah woh yang dipersembahkan di sanggah.

Baca juga: 300 Keris di Museum Neka Gianyar Diupacarai Saat Tumpek Landep

Sesajen untuk persembahan kepada Sanghyang Pasupati terdiri atas satu sesayut pasupati, satu sesayut jayeng perang, satu sesayut kusuma yudha, satu suci, satu daksina, satu pras ajuman, canang wangi, tadah pawitra (air suci), reresik, dipersembahkan kepada para dewa penguasa senjata tajam yang digunakan di medan perang.

“Maknanya adalah menajamkan batin dan pikiran, karena itu pada hari Tumpek Landep umat wajib merapalkan mantra-mantra mujarab, terutama mantra Danurdhara atau ajian ilmu panah. Dirapalkan untuk mendoakan kekuatan busana perang, memohon keberhasilan kepada Sanghyang Pasupati,” jelas I Nyoman Suarka, Koordinator Tim Alih Aksara, Alih Bahasa, dan Kajian Lontar Sundarigama, Jumat 12 Februari 2021.

Tumpek Landep berkaitan dengan perayaan hari suci yang telah dirayakan sebelumnya. Yaitu pada wuku Sinta, seperti Soma Ribek, Sabuh Mas, Pagerwesi.

“Ada kemungkinan segala hasil yang telah dicapai, pada perayaan hari suci Soma Ribek, Sabuh Mas, dan Pagerwesi ini sekali lagi dibersihkan,” jelasnya.

Baca juga: Upacara Tumpek Landep untuk Keris, Suryana juga Upacarai Keris Warisan dari Zaman Penjajahan

Kemudian disucikan serta diasah agar tetap tajam dan kuat.

Seperti gunung atau wukir, untuk dapat mengukir prestasi pada kehidupan berikutnya.

Sebagaimana diindikasikan oleh kedatangan wuku Ukir setelah wuku Landep.

Dalam lontar Sundarigama, koleksi Geriya Gede, Banjarangkan, Klungkung.

Dijelaskan bahwa Landep maksudnya adalah mendekatkan sanak saudara pada hakekat senjata dan kematian yang sejati.

Baca juga: BREAKING NEWS : Tumpek Landep, Seluruh Kendaraan Operasional BPBD Denpasar Diupacarai

Hal ini mengindikasikan nilai pendidikan budi pekerti, dalam upaya membentuk karakter umat Hindu.

Yang tabah dan sabar, dalam menghadapi bahaya ataupun kematian. Ketabahan dan kesabaran itulah yang harus diasah hingga benar-benar tajam atau landep. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved