Breaking News:

Berita Badung

Menparekraf Sandiaga Kunjungi Desa Adat Kutuh, Badung, Bendesa Adat Langsung Beri Proposal

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Kampung Bola Internasional dan DTW Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kuta Selatan

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Menparekraf saat berbincang dengan warga yang menyewakan kano di Pantai Pandawa, Kuta Selatan, Badung, Bali, Kamis 11 Februari 2021 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Kampung Bola Internasional dan DTW Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali pada hari pertamanya kembali berkantor di Bali, Kamis 11 Februari 2021 petang.

Saat meninjau Kampung Bola Internasional, Menteri Sandiaga mendapatkan penjelasan dan pemaparan dari Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa akan ada apa saja nanti di Kampung Bola Internasional Desa jika sudah selesai dibangun.

Badung Lanjutkan Pencairan BST, Komitmen Bupati Giri Prasta Bantu Masyarakat Selama PPKM

Tekan Penyebaran Covid-19, Satlantas Polres Badung Bagi-bagi Masker ke Para Pengguna Jalan

Terbukti Korupsi Dana BKK, Klian Subak di Badung Made Subarman Menerima Dihukum 3 Tahun Penjara

Kemudian di Pantai Pandawa, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berbincang dengan pelaku usaha jasa kano dan manajemen Pantai Pandawa serta Desa Adat Kutuh.

"Karena terdampak pandemi Covid-19 di sini turun pendapatannya sampai 90 persen dan lebih dari 290 tenaga kerja dan 3.000 lebih warga di Desa Adat Kutuh ini anjlok sangat turun."

"Oleh karena itu kita akan melakukan langkah-langkah yang strategis secara cepat, tepat sasaran dan tepat manfaat serta tepat waktu," ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Terkait Warga yang Protes BST PPKM, Pemkab Badung Bentuk Posko Pengaduan 

Buntut Polemik Pemilihan Perbekel di Desa Angantaka Badung, Kadis PMD Dipanggil Bupati Badung

Pasien Covid-19 di Badung Tinggi, Dirut RSD Mangusada Sebut Rawat 88 Pasien

Tadi dilaporkan bahwa Pantai Pandawa ini hanya dapat survive hingga bulan Maret, sehingga ada satu kedaruratan lalu Bendesa Adat Kutuh memberikan proposal kepada Menteri Sandiaga Uno secara langsung.

Proposal ini akan dilakukan koordinasi dengan Pemkab Badung dan staf di Kemenparekraf harapannya bisa diberikan sentuhan yang tepat manfaat, tepat sasaran, tepat waktu.

Karena kita harus betul-betul selamatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memastikan warga di sini dapat tetap memenuhi kebutuhan hidupnya.

Jelang Pelebon, Jenazah Anggota DPRD Badung Ida Bagus Sunartha Dibawa ke Griya Sari Sangeh

Pelaksanaan PPKM Mikro, MDA Badung Minta Desa Adat Aktifkan dan Bentuk Satgas Gotong Royong Covid-19

"Tadi kita dengar sendiri yang menyewakan kano sudah sangat kondisinya memprihatinkan dan ia takut anak-anaknya tidak bisa bersekolah dan tidak bisa makan."

"Jadi ini membutuhkan kepedulian kita, empati kita. Pasti banyak yang seperti ini yang harus kita sentuh (bantu)," jelasnya.

Program nyata untuk menghidupkan kembali ekonomi di Desa Kutuh, Kemenparekraf dapat dilakukan program padat karya, program stimulus, program bantuan sosial, program bantuan Bersih Indah Sehat Aman (BISA) dan ada program-program CHSE yang paling tidak menggerakkan aktivitas ekonomi disini.

"Ini harus kita eksekusi secara cepat. Mengenai Kampung Bola Internasional, dari Pemkab Badung akan mempresentasikan secara lengkap dalam beberapa minggu ke depan sehingga turnamen yang direncanakan bulan Maret-April nanti diusulkan bisa mundur ke Juni-Juli-Agustus," tambahnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved