Breaking News:

Berita Badung

Buntut Polemik Pemilihan Perbekel di Desa Angantaka Badung, Kadis PMD Dipanggil Bupati Badung

Polemik pemilihan Perbekel Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali akhirnya sampai ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kadis PMD Badung Komang Budi Argawa. Polemik pemilihan Perbekel di Desa Angantaka Badung, Bali Kadis PMD dipanggil Bupati Badung 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Polemik pemilihan Perbekel Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali akhirnya sampai ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.

Kabarnya, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Desa (PMD) Badung I Komang Budi Argawa dipanggil langsung oleh Bupati Giri Prasta pada Rabu 10 Februari 2021.

Tidak hanya Kadis PMD, Camat Abiansemal IB Mas Arimbawa, Bagian Hukum setda Badung, Pj Perbekel Angantaka, Panitia Pemilihan (Panlih) juga ikut mendatangi rumah jabatan Bupati Badung.

Pasien Covid-19 di Badung Tinggi, Dirut RSD Mangusada Rawat 88 Pasien

Bupati Badung Giri Prasta Antar Kepulangan Jenazah Ida Bagus Sunartha, Upacara Tetap Patuhi Prokes

Bupati Giri Prasta & Wabup Suiasa Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek Bagi Warga Badung yang Merayakan

Budi Argawa saat dikonfirmasi, Rabu malam tak menampik hal tersebut.

Pihaknya mengakui bahwa dirinya sudah menemui Bupati Badung terkait masalah polemik pemilihan perbekel di Desa Angantaka, Abiansemal.

Ia mengaku saat itu arahan bupati sangat jelas agar aturan dalam pelaksanaan pilkel tetap dilaksanakan.  

“Bupati menginstruksikan tahapan pemilihan dilanjutkan. Jadi besok tahapannya penetapan perbekel terpilih,”ungkap Budi Argawa.

Jelang Pelebon, Jenazah Anggota DPRD Badung Ida Bagus Sunartha Dibawa ke Griya Sari Sangeh

Pelaksanaan PPKM Mikro, MDA Badung Minta Desa Adat Aktifkan dan Bentuk Satgas Gotong Royong Covid-19

Terkait adanya keberatan calon perbekel di Desa Angantaka yang meminta pembukaan kotak suara, mantan Kabag Hukum ini menjelaskan, tidak ada kewenangan panitia pemilih maupun pihak lain untuk membuka kotak suara.

Terlebih semua proses baik di tingkat TPS maupun pleno tingkat desa sudah dilalui. 

“Jadi begini, saat itu tidak ada keberatan saat penetapan suara di TPS maupun pleno tingkat desa. Saksi calon maupun calon atau perwakilan calon sudah menandatangani berita acara perolehan suara. Jadi secara legal formal sudah sah,”akunya.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved