Breaking News:

Berita Klungkung

Puluhan Sekolah di Klungkung Bali Tanpa Kepala Sekolah Definitif

setidaknya terdapat 41 SD yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan status Plt. Sementara untuk TK ada 15 sekolah dan tingkat SMP ada 5 sekolah yang d

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Sujana 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Sebanyak 61 sekolah di Klungkung saat ini dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).

Sekolah yang tanpa kepala sekolah (kasek) definitif itu, tersebar dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) , Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Klungkung I Nyoman Mastana menjelaskan, Disdik maupun bupati harus mengeluarkan SK Plt karena stok guru yang memenuhi syarat menjadi kasek definitif sangat terbatas.

Atau jumlahnya tidak sebanding dengan jumlah sekolah.

Ia memaparkan, setidaknya terdapat 41 SD yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan status Plt.

Sementara untuk TK ada 15 sekolah dan tingkat SMP ada 5 sekolah yang dipimpin kepala sekolah berstatus plt.

Baca juga: Rahasia Guru Honorer Hervina Diungkap Pihak Sekolah, Posting Gaji di Facebook

Baca juga: Jajaki Sekolah Rusak di Klungkung, Disdik Anggarkan Rp9,4 M untuk Revitalisasi Sarana-Prasarana 

Baca juga: Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah di Buleleng Bali Kembali Dibatalkan

“Meski demikian, Plt kasek tidak mengganggu proses belajar-mengajar atau kegiatan lain di sekolah. Apalagi bagi Plt kasek yang SK-nya dikeluarkan oleh bupati. Kewenangannya sama dengan kasek definitif," ujar Mastana, Minggu (14 Februari 2021). 

Menurutnya untuk Plt kasek dengan SK bupati, memiliki kekewenan yang sama seperti kepala sekolah definitif.

Misalnya saja menandatangani ijazah, hanya saja tidak mendapatkan tunjangan seperti halnya kepala sekolah dafinitif.

Sedangkan kewenangan Plt yang SK-nya dikeluarkan oleh Disdik sangat terbatas. 

"Kebijakan penting, tarik ke atas dalam hal ini Disdik," tandas Masta.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Ketut Sujana menegaskan, Plt kasek yang memimpin sekolah selama ini tidak menganggu kegiatan di sekolah. Sementara posisi kepala sekolah definitif akan diisi pada bulan April 2021.

Menurutnyaa saaat ini puluhan calon kasek tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat), yang dimulai November 2020 berakhir Maret 2021.

Mereka yang lulus langsung dilantik menjadi kasek bulan berikutnya.

 "Mereka yang mengikuti diklat sudah melebihi kebutuhan. Jadi kalau misalnya ada yang tidak lulus, masih aman," terang Sujana. 

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved