Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Jembrana

Hujan Deras, 37 Pemukiman Warga di Jembrana Tergenang Banjir

37 pemukiman warga di Desa Melaya, Jembrana, Bali, tergenang banjir. Banjir ini disebabkan karena luapan air dari hutan

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
37 pemukiman warga di Desa Melaya tergenang banjir. Banjir dikarenakan luapan air dari hutan, saat hujan deras mengguyur Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali pada Minggu 14 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - 37 pemukiman warga di Desa Melaya, Jembrana, Bali, tergenang banjir.

Banjir ini disebabkan karena luapan air dari hutan, saat hujan deras mengguyur Kecamatan Melaya pada Minggu 14 Februari 2021.

Air meluber karena saluran air yang kecil dan curah hujan yang tinggi selama dua jam.

Pada Minggu kemarin hujan deras tidak merata terjadi di Kabupaten Jembrana, contohnya saja Kecamatan Melaya deras.

Sedangkan di Kecamatan Negara atau Jembrana tidak terlalu deras

Perbekel Desa Melaya I Wayan Warsana mengatakan, hujan terjadi pada Minggu sore hari.

Baca juga: Pelantikan Serentak Ditunda, Bupati Terpilih Jembrana: Tidak Masalah

Baca juga: Seorang Ibu dan Anak Meninggal Karena Covid-19 di Jembrana Bali

Baca juga: Pekak Wayan Kamer, Seorang Veteran di Jembrana Bali Diaben Tanpa Penghormatan Militer

Daerah yang terkena dampak di dua Banjar yakni Banjar Melaya Tengah Kaja dan Banjar Klatakan.

Bahkan untuk yang Melaya Tengah Kaja sudah menjadi langganan banjir.

Hal itu disebabkan, di hulu ada empat aliran sungai, di mana aliran sungai tidak sampai ke hilir hingga ke laut.

Karena tidak ada aliran sungai ke hilir, air meluber ke jalan dan ke rumah warga.

“Untuk yang di Melaya Tengah Kaja karena tidak adanya saluran supaya air dari hulu bisa sampai ke hilir atau ke laut. Dan untuk di Banjar Melaya Tengah Kaja ada sekitar 30-an rumah atau pemukiman terendam banjir,” ucapnya Senin 15 Februari 2021.

Ia melanjutkan, bahwa untuk Banjar Klatakan, karena curah hujan tinggi hingga aliran selokan tidak mampu menampung.

Sedangkan jalan lebih tinggi dari rumah warga, sehingga air banyak meluber ke rumah warga.

Sekitar tujuh rumah warga terendam air.

“Jadi kalau untuk yang di Klatakan karena selokan kecil, sedangkan jalan tinggi. Jadi air meluber ke pemukiman warga,” imbuhnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved