Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Sepi Pembeli, Penjualan Bunga Valentine di Denpasar Turun Drastis

Omzet penjualan bunga Valentine tahun 2021 di Denpasar, Bali menurun drastis. Selain pandemi karena ada PPKM

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Dewi Artini bersama dua orang karyawannya sedang membersihkan dan menata bunga yang akan dijual. Tahun ini, penjualan bunga Valentine menurun drastis 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang biasanya identik dengan bunga dan cokelat.

Lazimnya omzet penjualan bunga di Kota Denpasar khususnya bunga mawar dan buket lebih tinggi daripada hari biasa.

Namun, tahun ini kondisinya sangat jauh berbeda.

Omzet penjualan bunga Valentine tahun 2021  menurun drastis.

Pembeli sepi. Tidak tampak pengunjung yang memadati tempat penjual bunga di  sisi kiri dan kanan Jalan Sutoyo, Kota Denpasar, Bali.

Menurunnya omzet penjualan bunga Valentine diakui pemilik Angga Florist, Dewi Artini yang ditemui Tribun Bali, Minggu 14 Februari 2021.

Baca juga: PPKM Mikro di Desa Pemogan Denpasar Bali Dilakukan Testing, 7 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

Baca juga: Jika 1 Warga Positif Covid-19, Denpasar Lakukan Tracing Kepada 20 Orang yang Kontak Erat

 “Karena adanya pandemi ini, jelas menurun sekali. Tapi belum bisa diprediksi berapa persen. Hanya saja, H-1 Valentine kemarin saja pembelinya sepi. Biasanya tahun lalu sudah banyak yang membeli bunga di sini,” kata Dewi.

Dewi Artini mengatakan, bisanya pembeli bunga maupun buket bunga sudah berdatangan ke tempat usahanya sehari menjelang Hari Valentine.

Bahkan pengunjung sangat padat sampai malam hari. Namun, tahun ini sangat sepi.

Selain karena dampak pandemi Covid-19, kata Dewi, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro pun memaksa mereka tutup tempat usaha  lebih awal.

Biasanya H-1 Valentine,  ia buka sampai pukul 24.00 Wita, namun kini mereka harus tutup pukul 21.00 Wita.

Dewi mengatakan, kendati PPKM berpengaruh pada omzet penjualannya, namun pihaknya patuh pada ketentuan tersebut.

“Biasanya kalau Valentine kami buka sampai jam 12 malam. Sekarang kan tidak bisa. Jadi itu salah satu faktor penyebab menurunnya penjualan,” katanya.

Di tempat usaha Dewi Artini  tersedia aneka jenis bunga, mulai dari bunga mawar merah maupun mawar putih. Selain bunga hidup, ada pula bunga sintetis.

 “Yang paling banyak dicari biasanya bunga mawar karena itu yang identik dengan valentine,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved