Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Sepi Pembeli, Penjualan Bunga Valentine di Denpasar Turun Drastis

Omzet penjualan bunga Valentine tahun 2021 di Denpasar, Bali menurun drastis. Selain pandemi karena ada PPKM

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Dewi Artini bersama dua orang karyawannya sedang membersihkan dan menata bunga yang akan dijual. Tahun ini, penjualan bunga Valentine menurun drastis 

Untuk satu batang mawar, ia jual Rp10 ribu. Dewi  menyediakan buket bunga yang harganya mulai dari Rp50 ribu.

 “Tergantung pesanan, kalau harga awal untuk buket bunga mulai dari Rp 50 ribu,” katanya.

Saat merangkai aneka bunga itu ia dibantu oleh dua orang karyawan.

Produksi Cokelat Unik

Selain bunga, Hari Valentine juga identik dengan  cokelat.  Saban tahun  Home Industry Cokelat Nyoman terus berkreasi memproduksi cokelat unik sesuai selera pembeli.

Satu di antaranya membuat cokelat berbentuk alat kelamin pria.

Ketika ditemui Tribun Bali, Minggu 14 Februari 2021,  I Made Wira Astika Suberna selaku pemilik usaha Cokelat Nyoman mengatakan, awalnya ia membeli cetakan cokelat unik itu di luar negeri karena di Indonesia tidak tersedia.

"Lucu saja lihatnya, jadi iseng beli. Ide awalnya dari sana, sampai di sini kita buat saja cokelat yang paling unik. Ternyata sampai sekarang jadi satu-satunya di Bali."

"Sudah tiga tahun saya memproduksi cokelat ini dan biasanya pada perayaan Valentine saja. Selama pandemi penjualan cokelat ini stabil, kecuali penjualan buket yang menurun entah itu buket bunga, buket snack, atau buket uang," katanya.

Pada Hari Valentine tahun ini, kata  Suberna, pihaknya sudah menjual cokelat sebanyak 150 boks.

Khusus cokelat yang bentuknya menyerupai alat kelamin laki-laki sudah terjual 20 boks. Dia masih terus menjual dan mempromosikan cokelat unik itu via media sosial.

"Harga cokelat yang saya produksi mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 85 ribu per boks.  Setiap tahun kita inovasi bentuk-bentuk cokelatnya. Selain bentuk alat kelamin laki-laki saya juga memproduksi cokelat bentuk kartun seperti  Spongebob, Doraemon, Keroppi dan bentuk lainnya," tambahnya.

Sempat memiliki toko, kini Cokelat Nyoman hanya buka di rumah saja yang berada di Kerobokan Kelod, Badung. Untuk mengerjakan cokelat, Suberna  dibantu oleh dua orang. Bahan baku cokelat yang ia produksi adalah cokelat blok.

"Yang beli kebanyakan kawula muda, tapi ada bapak-bapak juga yang beli. Cewek cowok sama saja sih. Yang paling best seller yang bentuk alat kelamin laki-laki  karena kita hanya mengeluarkan saat valentine. Yang lainnya biasa karena reguler," ujarnya.

Perayaan Tanpa Pesta

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved