Breaking News:

Doni Monardo Temukan Kantong Darah HIV dan Jarum Suntik, Limbah Medis Dibuang Sembarangan

Di awal pandemi hal ini tidak terlalu diperhatikan. Namun kian hari persoalan limbah medis semakin serius.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Aktivitas pemilahan sampah di TOSS (tempat olah sampah setempat) di Dusun Karangdadi, Kusamba, Klungkung, Bali, Senin (15/6/2020). Para petugas pemilah sampah mengeluh karena kerap temukan limbah medis bercampur dengan sampah rumah tangga. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Selain vaksinasi dan protokol kesehatan 3M ( Mencuci tangan; Memakai masker; Menjaga jarak ), pengelolaan limbah medis menjadi sorotan selama masa pandemi Covid-19.

Di awal pandemi hal ini tidak terlalu diperhatikan. Namun kian hari persoalan limbah medis semakin serius.

Pasalnya, limbah B3  ( Bahan Beracun dan Berbahaya ) itu jumlahnya kian banyak dan menumpuk. Tak hanya berasal dari rumah sakit, tetapi juga rumah tangga.

Baca juga: PILANG Curigai Ada Pelanggaran Pengolahan Limbah Medis RS Rujukan Covid-19 di Bali  

Baca juga: Limbah Medis RSUD Klungkung Bali Capai 6-7 Ton Perbulan, Meningkat 20 Persen Selama Pandemi

Baca juga: Volume Limbah Medis di Seluruh Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bali Capai 1,9 Ton Per Hari

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, sejak awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020 hingga awal Februari 2021, terdapat 7.500 ton timbunan limbah medis Covid-19.

”Untuk sampah medis yang harus ditangani bersama. Dengan melihat situasi, maka seharusnya aktivitas sehari-hari juga turut menyumbang. Misalnya orang harus pakai masker, sehingga dengan pakai masker dia ganti setiap hari maskernya dan sampah medis masker ini akan semakin banyak," kata Dante.

Dante menyampaikan hal itu dalam webinar bertema ”Penguatan Pengelolaan Limbah Medis COVID-19 di Fasyankes” di channel Youtube Direktorat Kesehatan Lingkungan, Senin 15 Februari 2021.

Ia menuturkan, timbunan sampah medis berasal dari APD, barang habis pakai seperti jarum suntik, head cap, dan lain-lain.

Ini menjadi bagian dari total 67,8 juta ton sampah secara umum pada 2020. ”Kalau kita prediksi pandemi ini terus berjalan, maka angka sampah medisnya akan semakin banyak,” tutur Dante.

Data yang dipaparkan Dante itu sesuai dengan data yang dimiliki Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 KLHK, Sinta Saptarina mengungkapkan, data terkait limbah medis Covid-19 sejak awal pandemi Maret 2020 jumlahnya sangat tergantung pelaporan yang dilakukan daerah.

Halaman
1234
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved