Corona di Bali
Volume Limbah Medis di Seluruh Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bali Capai 1,9 Ton Per Hari
Setiap hari, 13 RS tersebut menghasilkan rata-rata 1,9 ton limbah medis per hari atau rata-rata 57 ton limbah medis per bulan.
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Salah satu hal yang menjadi masalah serius dalam pandemi covid-19 ini adalah limbah medis yang dihasilkan oleh rumah sakit yang merawat pasien covid 19.
Di Bali, ada 13 rumah sakit rujukan yang merawat pasien covid 19.
Setiap hari, 13 RS tersebut menghasilkan rata-rata 1,9 ton limbah medis per hari atau rata-rata 57 ton limbah medis per bulan.
Jumlah tersebut berdasarkan hasil pencatatan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali
• Sriwijaya Air Operasikan Kembali Beberapa Rute Penerbangan Domestik Mulai Hari Ini
• Hingga Juni 2020, Sebanyak 1,7 Juta Benih Sudah Diberikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan di Badung
• Dalam 2 Hari Dua Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19, IDI Jatim Minta Perhatian Pemerintah
"Kalau untuk limbah medis khususnya covid 19 ini benar-benar saya awasi betul. Karena sangat berbahaya kalau tidak ditangani sesuai dengan SOP yang benar," kata Kepala DKLH Provinsi Bali, I Made Teja saat dihubungi Tribun Bali, Rabu (1/7/2020).
Dia menjelaskan, untuk volume limbah medis di rumah sakit rujukan covid 19 menunjukan tren penurunan setiap bulannya.
Pada bulan Maret 2020 misalnya, dari data yang ia pegang, volume limbah medis dari 13 rumah sakit itu sebanyak 59.339 kg atau 59 ton selama satu bulan.
Sementara itu, pada bulan April, jumlah limbah medis di 13 RS rujukan covid 19 di Bali mencapai 57.757 kg atau 57,7 ton selama satu bulan.
Di bulan Mei, volume limbah medis di 13 RS rujukan covid 19 kembali menurun menjadi 55.273 kg atau setara dengan 55,2 ton selama satu bulan.
Teja mengatakan, memang sempat ada sejumlah rumah sakit yang sedikit melanggar SOP yang ditentukan untuk penanganan limbah medis covid 19 ini, namun pihaknya sudah memaksa pihak rumah sakit tersebut agar benar-benar mematuhi SOP untuk keamanan dan keselamatan semua pihak.
"Karena saya kan punya staf yang terus mengawasi, jadi kalau ada sedikit melanggar, kami paksa!," kata Made Teja
Menurut Teja, limbah medis termasuk limbah medis covid 19 sangat berbahaya, karena apabila disentuh atau tercecer di pemukiman bisa menularkan penyakit.
Untuk penanganan limbah medis covid 19, pihaknya sudah mengimbau kepada rumah sakit agar sebelum mengangkut limbah medis itu agar disemprot terlebih dahulu dengan cairan disinfektan
• Okupansi Hotel Berbintang di Bali Hanya Tinggal 2,07 Persen
• Aksi Protes Terus Berlanjut, Sopir Angkutan Logistik Tetap Rapid Test Berbayar Jika Masuk Bali
• Kader Demokrat Se-Jembrana Minta AHY Segera Beri Rekomendasi ke Tamba-Ipat di Pilkada Jembrana 2020
"Petugasnya juga harus pakai sarung tangan, bajunya double APDnya," ujar Teja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-petugas-medis-saat-menangani-limbah-medis-di-brsu-tabanan-belum-lama-ini.jpg)