Berita Bangli
DAK Pendidikan yang Diterima Bangli Tahun 2021 Meningkat Hampir 300 Persen
Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 untuk bidang pendidikan di Bangli mengalami peningkatan drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 untuk bidang pendidikan di Bangli mengalami peningkatan drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Seluruh dana tersebut digunakan untuk kegiatan revitalisasi gedung sekolah.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Sarana dan Prasarana Disdikpora Bangli, Ida Bagus Made Mahaarta, Kamis 18 Februari 2021.
Kata dia, tahun ini Bangli mendapatkan DAK sebesar Rp 24 miliar.
Baca juga: Pilkel 13 Desa di Bangli, Kapolres Tak Pungkiri Ada Masyarakat Berkerumun Pasca Mencoblos
Masing-masing Rp 16 miliar untuk kegiatan revitalisasi gedung di SD, dan Rp. 8 miliar untuk di SMP.
“Kalau sebelumnya di tahun 2020, total DAK Pendidikan hanya berkisar Rp. 8 miliar.
Di mana untuk SD Rp. 6 miliar, dan SMP sebesar Rp. 2 miliar.
Oleh sebab itu di tahun 2021 ini kita lumayan peningkatannya. Hampir 300 persen,” ucap dia.
Sesuai petunjuk teknis (Juknis), seluruh DAK tersebut diperuntukan kegiatan revitalisasi gedung sekolah.
Mulai dari rehabilitasi ruang perpustakaan, rehabilitasi ruang laboratorium, rehabilitasi toilet, rehabilitasi ruang belajar, rehabilitasi UKS, hingga rehabilitasi ruang guru.
Besarnya DAK yang diterima Bangli ini, lanjutnya, sesuai usulan dari Dinas kepada Bappeda melalui aplikasi Krisna.
Selain juga presentasi kondisi gedung sekolah melalui data pokok pendidikan (dapodik).
“Memang sih usulannya dari kita, tetapi kalau dapodik sekolah tidak mempresentasikan kondisi gedung sebenarnya, baik itu tingkat kerusakan dan sebagainya, otomatis ditolak oleh pemerintah pusat.
Jadi pantauan Kementerian itu langsung ke dapodik sekolah,” paparnya.
Baca juga: Tim Inspektur Keamanan Penerbangan Otban Wilayah IV Inspeksi Repeater Station Kintamani Bangli
Mahaarta menegaskan, banyaknya DAK Pendidikan tahun 2021 bukan berarti gedung sekolah di Bangli banyak yang mengalami kerusakan.
Pihaknya menjelaskan, banyaknya DAK pendidikan karena adanya perubahan sistem, di mana pemerintah pusat menginginkan kegiatan revitalisasi di satu sekolah bisa diselesaikan, sebelum berpindah pada kegiatan revitalisasi di sekolah lainnya.
“Kalau dulu kan parsial. Anggaplah kerusakan di satu sekolah ada lima unit namun bantuan yang diberikan hanya satu unit. Sehingga terkesan tidak ada pergerakan yang baik.
Kalau sekarang, pusat menginstruksikan istilahnya revitalisasi satu sekolah harus clear.
Apa keperluan sekolah, apabila sudah sesuai dengan dapodik, pasti akan dipenuhi. Sehingga jika sudah clear kita tinggal memikirkan sekolah yang lain,” jelasnya.
Sesuai data, kegiatan revitalisasi ini menyasar 17 SD dan 4 SMP.
Besaran DAK yang diterima pun berbeda, tergantung dari kebutuhan sekolah.
Mahaarta juga mengatakan tingkat kerusakan yang bisa dibiayai dengan DAK adalah kerusakan berskala sedang.
“Pengertian pusat, kalau masuk kategori rusak ringan masih bisa ditanggulangi dengan dana BOS.
Sedangkan jika terkategori kerusakan berat, yakni diatas 65 persen, anggapan pusat harus dibangun baru.
Baca juga: Dinkes Bangli Gelar Sosialisasi Pelaksanaan Vaksin di Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli
Kalau di Bangli, rata-rata kerusakan memang terkategori sedang. Sehingga bisa dibiayai dari DAK.
Mengenai prosesnya, saat ini sedang dalam tahap pembuatan RAB dan gambar,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-oke.jpg)