Breaking News:

Corona di Bali

Dinsos Bali Kumpulkan Data Ahli Waris Pasien Covid-19 Yang Meninggal Untuk Dapatkan Santunan

"Yang jelas langsung masuk ke rekening penerima. Tidak melalui Dinsos lagi. Tidak ada singgah pada kami, sedikit pun tidak ada. Langsung ke sasaran,"

Tribun Bali/Luh Putuh Wahyuni Sari
I Dewa Gede Mahendra Putra selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali ketika diwawancarai oleh Tribun Bali pada, Kamis (18 Februari 2021). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menindaklanjuti surat edaran dari Kementerian Sosial terkait pemberian santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal, Dinas Sosial Provinsi Bali masih kumpulkan data dari beberapa Dinas Sosial Kabupaten yang ada di Bali. 

Ketika ditemui Tribun Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra selaku Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan surat edaran tersebut. 

"Surat edarannya sudah kami sosialisasikan, untuk di Bali sampai dengan sekarang ini yang baru masuk sudah ada Kabupaten Gianyar dan Jembrana kalau yang lain sudah saling berkomunikasi. Kami di sini sifatnya hanya untuk meneruskan kepada Kementerian Sosial karena ini kan ada persyaratan yang harus dipenuhi salah satunya pada sisi pengamanan ini kembali kepada kebenaran dari data yang nanti disetor. Kami di sini kan meneruskan nanti," ungkapnya pada, Kamis (18 Februari 2021). 

Selain itu pihaknya juga telah bersurat kepada Kemensos terkait bagaimana sistematika aturan yang berlaku nantinya.

Dan dikarenakan sudah mensosialisasikan kepada seluruh Kepala Dinas Sosial Kabupaten atau Kota yang ada di Bali.

Pihaknya masih menunggu data berapa jumlah kira-kira warga yang akan mendapatkan santunan tersebut. 

Baca juga: Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal Dapat Santunan Rp 15 Juta, Pemprov Bali Tunggu Juknis

Baca juga: Kisah Made Rai, 10 Tahun Jadi Petugas Laundry RSUP Sanglah Denpasar, Waswas Pakaian Pasien Covid-19

Baca juga: 4 Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Denpasar, Kasus Positif Bertambah 14 Orang & Sembuh 83 Orang

"Setelah mendapat datanya kami lakukan verifikasi terlebih dahulu. Verifikasinya dalam hal untuk mengecek kevalidan data apakah sudah sesuai dengan persyaratannya. Kalau yang Jembrana sudah terdata 20 orang tapi yang belum diverifikasi sebanyak 11 orang. Gianyar 43 orang yang diajukan dari sana, sudah semua kita usulkan. Setiap data yang masuk dilakukan verifikasi, jika valid kami ajukan," lanjutnya. 

Sementara untuk santunan ini tidak ada kuotanya.

Pihaknya hanya mengusulkan sesuai dengan permintaan pada surat edaran dari Kemensos tersebut.

Dan nantinya penyaluran santunan tersebut langsung dari Kemensos, namun pihaknya belum mengetahui percis bagaimana alurnya. 

"Yang jelas langsung masuk ke rekening penerima. Tidak melalui Dinsos lagi. Tidak ada singgah pada kami, sedikit pun tidak ada. Langsung ke sasaran," imbuhnya. 

Sedangkan untuk persyaratan untuk memperoleh santunan berupa adanya surat kematian dari Lurah setempat, Keterangan dari Rumah Sakit bahwa memang benar yang bersangkutan meninggal karena terinfeksi Covid-19, terdapat juga surat dari keterangan ahli warisnya yang meliputi KTP, dan pelampiran nomor rekening.

Ia juga berharap andaikata santunan ini nantinya sudah turun, dapat membantu seluruh masyarakat yang membutuhkan.

"Andai kata ini sudah turun, ini kan meringankan bagi mereka. Kami berharap nantinya tidak ada kesalahpahaman karena ini santunan bagi keluarga yang salah satu anggotanya meninggal akibat Covid-19. Kami berharap selain santuanan ini, ada bantuan lain untuk masyarakat. Dan untuk Ahli warisnya siapa saja yang namanya dicantumkan pada usulannya nantinya. Dan nominal yang akan diterima sesuai dengan aturan pada SE yaitu, sebesar 15 juta rupiah," tutupnya. (*) 

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved