Berita Bali

Gelar Rakor Virtual, Menparekraf:Pulihnya Pariwisata Bali Tergantung Keberhasilan Menangani Covid-19

proyeksi pertumbuhan pariwisata Bali di tahun 2021 masih akan sangat bergantung dengan penanganan COVID-19.

istimewa kiriman Biro Komunikasi Kemenparekraf.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno saat mengikuti Rakor Virtual Kemenko Marvest "Penanganan Pandemi COVID-19 dan Pemulihan Kepariwisataan di Provinsi Bali", Kamis 18 Februari 2021. 

Dalam kesempatan itu Menparekraf juga menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Baca juga: Bertambah, Satu Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Jembrana Bali

Mulai dari usulan program pinjaman lunak (soft loan) dengan total Rp 9,4 triliun, peningkatan, dan perluasan dana hibah pariwisata, program padat karya untuk desa wisata, juga prioritas vaksin bagi masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali serta Bali Tourism Free Covid Corridor.

"Sebanyak 80 persen masyarakat Bali bergantung pada pariwisata dan ekonomi kreatif.

Mudah-mudahan dengan strategi pemulihan ini bisa kita lihat pertumbuhan ekonomi di Bali pada kuartal ketiga dan keempat," jelas Sandiaga.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan, pengawasan menjadi hal yang penting dalam penerapan protokol kesehatan.

Ia kemudian meminta Pemprov Bali bersama pihak terkait seperti Polri, TNI, serta imigrasi untuk menerapkan secara ketat protokol kesehatan kepada wisatawan termasuk wisatawan mancanegara.

"Agar tegas menindak wisatawan yang melanggar aturan pemerintah, termasuk wisatawan asing.

Harus tegas, kita negara berdaulat tapi dengan cara-cara yang baik. Kunci semua ini adalah disiplin," kata Luhut.

Ia juga meminta Pemprov Bali dan Kemenkes untuk memfokuskan vaksinasi bagi tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Serta mengusulkan program padat karya pada perbaikan desa dan fasilitas umum di atraksi wisata yang mengutamakan CHSE.

Pemprov Bali juga diharapkan dapat melakukan transisi dari mass tourism ke pariwisata berkualitas.

Baca juga: Hasil Evaluasi, PPKM Mikro Disebut Menurunkan Kasus Covid-19 di Denpasar Bali

Serta meningkatkan kontribusi sektor ekonomi kreatif dan ekonomi digital sebagai bagian dari upaya alternatif livelihood dan diversifikasi sektor perekonomian.

"KTT G-20 dapat menjadi momentum pemulihan sektor pariwisata di Bali dengan meningkatkan sektor ekonomi kreatif dan digital. Momentum penyelenggaraan KTT G20 di Indonesia juga akan menjadi showcasing destinasi pariwisata yang berkualitas," jelas Menko Luhut.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bersama pihak-pihak terkait, Pemprov Bali akan memperkuat penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

"Program-program yang disiapkan agar bisa dijalankan dalam waktu dekat," imbuh Wayan Koster.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved