Breaking News:

Jejak Hindu di Candi Prambanan, Ari Dwipayana: Pelestarian dan Ritual Tak Perlu Dikontraskan

Candi Prambanan merupakan mahakarya yang bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia. Hal ini disampaikan oleh AAGN Ari Dwipayana  dalam webinar

Pixabay
Candi Prambanan, Yogyakarta. 

Sebab pembangunan Candi Prambanan menggunakan teknik bangunan dan arsitektural, dimana sangat maju dan rumit pada masanya.

Bahkan Candi Siwa yang tingginya 48 meter, adalah candi yang sangat tinggi pada masanya. 

Ini menunjukkan bahwa para maestro di masa lalu sudah menguasai teknologi untuk menghasilkan maha karya yang mengagumkan dan membanggakan bangsa.

Candi Prambanan juga menjadi sumber pembelajaran bangsa, yang tidak pernah kering. Relief yang ada di Candi Prambanan menjabarkan pelajaran mengenai nilai-nilai ajaran keutamaan, seperti kisah Ramayana dan juga kisah tentang Kalpataru.

Karena itu, Ari Dwipayana mengajak melihat  Candi Prambanan dalam bingkai yang lebih luas sehingga  memberi kontribusi dan  manfaat bagi bangsa. 

Lebih lanjut, pria asli Puri Kauhan Ubud ini, menekankan bahwa antara kepentingan pelestarian cagar budaya dengan pemanfaatan untuk ibadah dan ritual tidak perlu dikontraskan.

Karena dengan pemanfaatan  candi  untuk kepentingan agama dan ritual maka Candi Prambanan akan diperlakukan dengan penuh respect, penghormatan dan pemuliaan, bukan merusak. 

Karena itu, menurut Ari Dwipayana,  umat Hindu perlu diberi ruang yang lebih leluasa  dalam pemanfaatan Candi Prambanan  untuk kepentingan ibadah dan ritual

Apalagi hal ini dimungkinkan  oleh UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Untuk itu, diperlukan pengaturan, tata kelola, dan edukasi agar kepentingan agama dan pelestarian cagar budaya bisa terjaga," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved