Berita Bangli

4 Kali Diterjang Longsor Dalam 10 Hari Terakhir, Darmawan Tak Berani Tidur di Rumahnya di Kintamani

Warga sekitar bahkan mengaku terpaksa mengungsi, lantaran rumahnya berada tepat di bawah senderan setinggi 7 meter.

istimewa
Darmawan ketika berada dirumahnya di Banjar Kayu Kapas, Desa Kintamani. Selasa (23/2) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Cuaca buruk dan potensial terjadi bencana alam, juga diketahui terjadi di wilayah Banjar Kayu Kapas, Desa/Kecamatan Kintamani.

Warga sekitar bahkan mengaku terpaksa mengungsi, lantaran rumahnya berada tepat di bawah senderan setinggi 7 meter.

Hal tersebut dialami I Made Darmawan.

Pria 55 tahun itu mengaku sudah sejak 20 hari terakhir ia dan keluarga mengungsi kerumah kerabatnya.

Ia mengaku lebih memilih jalan aman, lantaran bangunan sandaran yang terletak di depan rumahnya, sudah empat kali longsor dalam 10 hari terakhir.

Baca juga: BPBD Turunkan Alat Berat Untuk Evakuasi Material Longsor di Desa Bunutan Karangasem Bali

Baca juga: Tanah Longsor Tutup Badan Jalan di Tabanan, Tiang Listrik Roboh dan Kabel Wifi Putus

 “Terakhir longsor itu kemarin sore (Senin),” ungkapnya Selasa (23 Februari 2021).

Kejadian tersebut mengakibatkan bangunan dapur dan kamar mandi miliknya tertimbun material longsor.

Menurut Darmawan, kejadian ini lantaran kondisi tanah disekitar yang tergolong labil.

 “Pada kejadian terakhir itu sebenarnya ada tukang yang sedang memperbaiki longsor sebelumnya. Namun justru terjadi longsor susulan. Sehingga kami sekeluarga belum berani tidur dirumah,” ujarnya.

Sementara itu, hujan lebat juga mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Desa Demulih, Kecamatan Susut.

Pohon jenis Albesia itu menimpa salah satu tempat penampungan air (reservoir) milik PDAM.

Akibatnya bak penampungan air bervolume 50 kubik itu, mengalami retak di tiga sisinya terutama bagian sudut.

Kabag Hubungan Langgaran PDAM Bangli, Ida Bagus Putu Gangga Parawita mengatakan bak penampungan air ini untuk melayani pelanggan PDAM dari tiga wilayah banjar di Desa Demulih, Kecamatan Susut.

Antara lain Banjar Demulih, Banjar Tohpati, dan Banjar Tanggahan Tengah, dengan total sekitar 600 orang pelanggan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved