Breaking News:

Berita Badung

Beri Arahan Terkait UU ITE, Kapolres Badung Ancam Langsung Pecat Personel yang Gunakan Narkoba

Kapolres Badung menyebutkan kebijakan Kapolri terkait UU ITE dan perkara Mafia tanah, perlu segera mendapat atensi di Bali.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, S.I.K saat memberikan penjelasan terkait UU ITE kepada jajaran Satreskrim dan Satresnarkoba Kamis 25 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, S.I.K langsung mengumpulkan dan memberi arahan kepada para Perwira Sat Reskrim dan Sat Res Narkoba beserta Polsek jajaran di Aula Mapolres pada hari Kamis, 25 februari 2021.

Para perwira itu dikumpulkan untuk diberikan arahan terkait kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si mengenai Undang undang ITE yang masuk dalam ranah pidana.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu, Kasat Reskrim AKP Laorens Raja Mangapul Haselo, S.I.K., S.H, Kasat Resnarkoba AKP I Wayan Sujana, S.H., M.H dan seluruh Perwira dari Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba Polres Badung beserta Polsek Jajaran.

Kapolres Badung menyebutkan kebijakan Kapolri terkait UU ITE dan perkara Mafia tanah, perlu segera mendapat atensi di Bali.

Polres Tabanan Amankan 5 Tersangka Kasus Narkoba, Pekerja Pariwisata Banyak Banting Setir Jadi Kurir

Pihaknya pun mengharapkan kerja profesional dalam menangani mafia tanah yang memiliki berbagai macam model dari model kerjasama sampai dengan pinjam meminjam uang bisa di pantau.

“Jadi kita sekarang harus tegas, tidak ada lagi istilah hukum itu tajam kebawah dan tumpul ke atas,” ujarnya.

Terkait dengan penyalahgunaan narkoba, orang nomor satu di jajaran Polres Badung ini mengungkapkan, dirinya tidak akan segan-segan memberikan hukuman terhadap anggota yang kedapatan sebagai pengguna dan pengedar narkoba.

Bahkan dirinya mengancam, yang kedapatan mengkonsumsi narkoba akan diberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

“Langsung PTDH saja, kita tidak segan-segan,”  Tegas Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Bali.

Kendati demikian, polisi asal Jakarta itu mengucapkan terimakasih kepada Penyidik Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba sudah berjalan sangat baik.

“Bagi saya nilai 80% terhadap kinerja rekan rekan tidaklah berlebihan, pertahankan itu,” Ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengingatkan terkait masalah mafia tanah, kalau ada laporan dari masyarakat supaya dikaji dan digelar dulu perkaranya.

 Semua itu pun akunya sama dengan penanganan kasus ITE dan hati-hati dalam penanganan perkara tersebut.

“Penekanannya Restoratif Justice, supaya Penyidik dalam penanganan kasus terhadap kasus sengketa yang sama pemberlakuan Restoratif justice/penanganannya harus tetap sama.

Baca juga: Polisi Ungkap Jalur Peredaran Narkoba Masuk Bali Hingga Peran Jaringan Lapas

Rasa keadilan harus dirasakan oleh masyarakat bukan hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang bersengketa,” tegasnya

“Mari kita sama-sama berdiri di atas kebenaran dan keadilan, buktikan kita mampu dan bisa melaksanakan perintah pimpinan dengan baik dan benar,” tungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved