Breaking News:

Berita Jembrana

Kisah Pembudidaya Maggot di Jembrana untuk Menyambung Hidup, Pemintaan Datang dari Jawa hingga Papua

Pria warga Jalan Gunung Agung gang VIII Kelurahan Loloan Timur Kecamatan Jembrana, melakukan budidaya dari pembusukan buah, yang menjadi maggot atau

Istimewa
Budidaya Maggot atau Belatung produksi dari Hery di rumahnya. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Masa pandemi memang membuat banyak perekonomian warga lumpuh.

Di sisi lain, masih ada yang bertahan dan tetap bisa mendapat keuntungan.

Meskipun jauh berkurang karena permintaan di pasar semakin berkurang.

 Seperti halnya yang dilakukan oleh pembudidaya maggot atau belatung, Vyrda Hery Arviyanto.

Baca juga: Bupati Tamba Sebut Akan Fokus pada Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi di Jembrana

Pria warga Jalan Gunung Agung gang VIII Kelurahan Loloan Timur Jembrana, melakukan budidaya dari pembusukan buah, yang menjadi maggot atau belatung.

Kemudian telur-telur dari belatung itu dibesarkan hingga kurang lebih dua hingga tiga pekan.

Setelahnya dari belatung sebelum menjadi lalat, maka akan siap dijual untuk menghasilkan keuntungan.

Untuk proses pembusukan mendapat telur maggot.

Dilakukan dengan mengambil buah busuk. Kemudian ditaruh dalam biopond.

Dari biopond kemudian dirinya mengambil pakan untuk maggot dari bahan organik.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved