Breaking News:

Corona di Bali

Apakah Infeksi Ulang Virus Corona Bisa Terjadi?,Begini Pendapat Para Ahli

Infeksi ulang yang terjadi tergantung pada berapa lama antibodi dalam tubuh dapat melindungi diri dari infeksi ulang.

shutterstock
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. 

TRIBUN-BALI.com - Meski vaksin Covid-19 telah ditemukan, jumlah pasien yang terinfeksi masih terus bertambah.

Bahkan, ada beberapa laporan bahwa mereka yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 kembali mengalami infeksi.

Pakar penyakit menular Richard Webby mengatakan, infeksi ulang memang jarang terjadi. Namun, bukan berarti hal tersebut tidak bisa terjadi.

Data dalam Morbidity and Mortality Weekly Report juga mengatakan adanya infeksi ulang bisa saja terjadi karena hasil tes positif yang palsu. Kemungkinan besar, hal tersebut terjadi karena pengujian sampel yang kurang tepat.

Baca juga: Kunjungi Laboratorium Penelitian Virus di Wuhan, Delegasi WHO Bertemu ‘Wanita Kelelawar’

Baca juga: WHO Eropa: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Awal 2022, Mutasi Virus Corona Hal yang Normal

Baca juga: WHO Peringatkan Masyarakat Tetap Waspada Meskipun Kasus Covid-19 di Dunia Mulai Menurun

Jadi, tidak ada carapasti untuk mengetahui apakah varian virus yang sama persis menjadi penyebab infeksi ulang. 

Apa yang terjadi jika kembali terinfeksi Covid-19?

Infeksi ulang yang terjadi tergantung pada berapa lama antibodi dalam tubuh dapat melindungi diri dari infeksi ulang.

Para ilmuwan masih belum menemukan data pasti bagaimana infeksi ulang Covid-19 bisa terjadi. "Ini masih membingungkan. Entah apakah virus Corona ini seperti cacar air yang hanya terjadi sekali seumur hidup atau seperti herpes zoster yang bisa terjadi kembali setelah bertahun-tahun kemudian," ucap effrey Shaman, peneliti wabah dari Mailman School of Public Health di Columbia University.

Para ahli juga masih meneliti apakah virus Corona bisa menjadi patogen pernapasan umum yang bisa terjadi sepanjang waktu. "Karakter virus ini memang masih membingungkan dan penelitian masih terus dilakukan," ucap Shaman.

Bisakah kita terinfeksi varian mutasi virus Corona jika pernah mengalami Covid-19?

Halaman
12
Editor: I Made Dwi Suputra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved