Ramadan
Sate Susu Khas Bali, Kuliner Unik dan Hanya Ada Saat Bulan Suci Ramadhan
sate susu khas Bali merupakan sajian sate yang bahan bakunya menggunakan puting susu sapi. Selain bahannya yang tidak biasa, sate susu khas Bali rupa
Sate susu menggunakan bumbu rempah khusus yang dibuat dari tepung beras yang dicampur santan.
Kemudian, bumbu tersebut dicampur lagi dengan aneka aneka rempah-rempah.
Baca juga: Resep Churros Praktis, Cocok untuk Menu Takjil Buka Puasa Ramadhan Nanti
Baca juga: Rekomendasi 6 Bubur Manis Untuk Menu Buka Puasa, Ada Bubur Sum-Sum Ubi Ungu
Mulai dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, kunyit, jahe, ketumbar, garam, gula pasir, dan sedikit terasi.
Penggunaan rempah tersebut bertujuan untuk menghasilkan cita rasa yang gurih, sedikit pedas dan aroma rempah yang kuat.
4. Tekstur Sate Susu
Sate susu terbilang memilik tekstur yang berbeda dengan sate pada umumnya.
Menurut warga sekitar, sate susu memiliki tekstur yang nyanggel yang berarti enak dan legit serta gampang dikunyah.
Ketika mengunyah sate susu, tekstur sate ini akan terasa seperti sedang mengunyah potongan daging yang ada pada soto babat.
Tidak hanya itu, sate susu dagingnya juga sangat lembut karena sudah melalui proses perebusan selama berjam-jam.
5. Hanya Ditemukan di Kampung Jawa
Sate susu khas Bali merupakan hidangan unik yang hanya bisa didapatkan di Kampung Jawa.
Biasnya saat Ramadan Kampung Jawa akan menjadi padat karena dipenuhi oleh pedagang sate susu.
Kampung Jawa menjadi satu-satunya wilayah yang menajajkan sate susu pada saat Ramadan tiba.
Baca juga: Rekomendasi 7 Soto Dari Berbagai Daerah di Indonesia Untuk Menu Berbuka Puasa
Biasanya lokasi penjual sate susu berdampingan dengan Masjid Baiturrahman, salah satu masjid terbesar di Kota Denpasar.
Atau lebih tepatnya sebelum Kompleks Pemakaman Wanasari, Denpasar Barat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sate-susu-1.jpg)