Breaking News:

Nyepi 2021

Pemuda Hindu Morowali Kecewa Tak Bisa Pawai Ogoh-ogoh, PHDI Bali Tegaskan Nyepi 2021 Hanya Sehari

Tak hanya di Bali, pemuda Hindu di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, juga tidak diizinkan menggelar pawai ogoh-ogoh.

Tribun Bali/Putu Supartika
Tim penilai melakukan penilaian terhadap ogoh-ogoh Tedung Agung di Banjar Tainsiat, Denpasar, 18 Maret 2020. Pengarakan ogoh-ogoh pada malam Pengerupukan Nyepi tahun ini kembali dilarang. 

Sebelum melakukan Nyepi ada beberapa rangkaian upacara suci seperti Melasti.

Umat Hindu pergi ke laut atau pun ke tempat-tempat sumber air.

Karena air merupakan sumber kehidupan bagi manusia.

Melasti biasanya dilakukan dua hari sebelum Nyepi, dan sehari sebelum pengerupukan.

Pengerupukan adalah upacara untuk membersihkan alam, disimbolkan dengan pecaruan.

Upacara ini dilakukan sehari sebelum dilaksanakan penyepian. Bersamaan dengan pengarakan ogoh-ogoh di masing-masing desa adat.

Pawai ogoh-ogoh saat malam pengerupukan telah menjadi wadah berekspresi pemuda hindu.

Selain sebagai ajang berekspresi, pembuatan ogoh-ogoh juga menjadi wujud kebersamaan. Mulai dari proses pembuatan hingga pementasan saat malam pengerupukan.

Nyepi 2021 Tetap Sehari

Sebelumnya, PHDI Bali juga menegaskan tak ada arak-arakan ogoh-ogoh di saat pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi, yang biasanya digelar pemuda-pemudi Bali pada sebelum masa pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved