Breaking News:

Corona di Bali

Benarkah Pasien Jantung Tidak Boleh Konsumsi Obat Sebelum Divaksin Covid-19? Begini Penjelasannya

Sebelumnya telah beredar pesan dari media sosial WhatsApp yang menyatakan bahwa pasien jantung disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat tertentu

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
dr. Danendra Dhanny Anggara, dokter jaga RS Surya Husada 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebelumnya telah beredar pesan dari media sosial WhatsApp yang menyatakan bahwa pasien jantung disarankan untuk tidak mengkonsumsi obat tertentu sebelum disuntik vaksin Covid-19 karena akan menghambat pembentukan antibodi Corona.

"Saya ulangi ya clopidogrel (plavix, cog, dll) statin (lipitor, crestor simvastatin, atorvastatin, rosuvastatin) di stop mulai hari ke 7 sebelum vaksin sampai hari ke 21 (sesudah vaksinasi ke 2) karena menghambat pembentukan antibodi," begitu isi pesan WhatsApp tersebut. 

Baca juga: Wabup Suiasa Terima Kunjungan Kepala BPOM Pusat, Pantau Sistem Pendistribusian Vaksin Covid-19

Baca juga: Update Covid-19 di Bangli 4 Maret, Dalam Sehari Kasus Kematian Dengan Positif Bertambah 4 Orang

Baca juga: Bukan Melasti, Polda Bali Tegaskan Sasaran Tim Pemburu Pelanggar Prokes adalah Zona Merah Covid-19

Menanggapi pesan yang sedang viral tersebut, dr.Danendra Dhanny Anggara, dokter jaga RS Surya Husadha Denpasar ketika diwawancara Jumat (5 Maret 2021) mengatakan tidak ada keharusan bagi pasien jantung untuk menghentikan konsumsi CPG untuk pasien jantung dalam konteks vaksinasi Covid-19. 

"Secara internal kami sudah diskusikan di RS Surya Husada, bahwa tidak ada rekomendasi untuk menghentikan konsumsi obat CPG bagi pasien jantung," jelasnya.

Sebaliknya menurut dr. Danendra, pasien jantung harus terus mengkonsumsi obat tersebut baik sebelum divaksin maupun sesudah divaksin Covid-19.

Baca juga: Target 125 Ribu Orang pada Tahap II, Denpasar Tambah 23 Fasyankes Vaksinasi Covid-19

Adapun fungsi dari obat ini sebagai pengencer darah lain untuk mencegah sumbatan mendadak pada ring yang dipasang pada pasien serangan jantung.

Sehingga dengan menghentikan konsumsi obat ini, dr. Danendra menyebutkan sama saja meningkatkan risiko sumbatan mendadak pada pembuluh darah koroner atau yang dikenal sebagai serangan jantung. 

"Terkait konteks pemberian vaksin, pasien jantung juga berhak mendapatkan vaksin covid, sepanjang sesuai dengan prosedur," sambungnya.

Adapun prosedur yang dimaksud adalah, pasien jantung dalam keadaan stabil dan baik, tidak memiliki keluhan nyeri dada, tidak sesak napas dalam tiga bulan terakhir dan rutin minum obat pengontrol.

Terkait penghentian penggunaan obat CPG, dr Danendra mengatakan pemberian obat CPG bisa dihentikan sementara jika ada prosedur medis tertentu yang bersifat pembedahan atau kondisi medis tertentu seperti pendarahan yang sulit dihentikan. 

"Namun pemberhentian ini tentunya dengan evaluasi individual dari tim dokter yang merawat," tutupnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved