Berita Gianyar

Gunakan Sumber Mata Air Langsung, BPOM RI Puji Pabrik AMDK Gianyar

hanya Kabupaten Gianyar, satu-satunya memiliki produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang memiliki sertifikat CPPOB dari BPOM RI.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Suasana kunjungan BPOM RI ke pabrik AMDK Gianyar di Desa Bukian, Payangan, Gianyar, Bali, Jumat 5 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gelontoran anggaran APBD 2020 Gianyar senilai Rp 44 miliar membuahkan hasil.

Di mana, hanya Kabupaten Gianyar, satu-satunya memiliki produk air minum dalam kemasan (AMDK) yang memiliki sertifikat CPPOB dari BPOM RI.

Di mana, sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM RI, Penny Lukito di pabrik AMDK Gianyar di Desa Bukian, Payangan, Gianyar, Bali.

"BPOM Pusat sangat mengapresiasi pembangunan pabrik AMDk Gianyar, dan merupakan satu-satunya pabrik AMDK yang menggunakan sumber mata air langsung."

Baca juga: Meski Uji Coba Sukses, Air Minum Gianyar Masih Belum Bisa Dipasarkan

Baca juga: Pabrik Air Minum Dalam Kemasan Gianyar Hari Ini Diuji Coba, Berikut Spesifikasi Mesinnya 

Baca juga: Mahayastra Harap Pengusaha Ikut Sukseskan Air Minum Gianyar

"Ini akan mendapatkan sumber air yang murni dan lebih segar, untuk itu maka sumber mata air harus tetap terjaga," ujar Penny dalam keterangan tertulis.

Dalam kunjungannya, Penny juga mengagumi peralatan pabrik AMDK Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) Tirta Sanjiwani Gianyar itu.

"Kualitas alat filtrasinya high teknologi," ujarnya. 

Dirut Perusda Tirta Sanjiwani Gianyar (dulu PDAM) Gianyar, Made Sastra Kencana berharap BPOM RI segera mengeluarkan perizinan pusat, di antaranya (SNI, BPOM, ijin Edar dan Halal).

Sehingga bulan April bisa di produksi dan bisa dilunrukan pada saat HUT Kota Gianyar.

"Kami harap izinnya segera keluar," ujarnya. 

Baca juga: Ketua DPRD Gianyar: Usaha Air Minum Dalam Kemasan Buktikan Sumber PAD Tak Hanya Andalkan Pariwisata

Spesifikasi Mesin

Gianyar mineral water atau perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) milik Pemkab Gianyar akhirnya rampung, dan memasuki proses serah terima dari rekanan ke Pemkab Gianyar, Kamis 25 Februari 2021.

Adapun mesin-mesin yang akan diuji cobakan di pabrik yang berdiri di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali ini terdiri dari tujuh unit, di antaranya, mesin galon yang dapat menghasilkan 270-300 galon per jam.

Mesin cup 240 mililiter (ml) yang dapat menghasilkan 160 dus per jam, mesin botol 330 ml yang menghasilkan 10 ribu - 12 ribu botol per jam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved