Ketua DPRD Gianyar: Usaha Air Minum Dalam Kemasan Buktikan Sumber PAD Tak Hanya Andalkan Pariwisata

Tagel Winarta menyebutkan salah satu proyek dengan prospek peningkatan PAD yakni Unit Usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Payangan.

istimewa
Bupati Gianyar, Made Mahayastra saat meninjau proyek APBD belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - DPRD Gianyar mengapresiasi proyek-proyek Pemkab Gianyar yang tahap penyelesaiannya telah sesuai perencanaan.

Satu di antaranya pembuatan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dikelola penuh oleh Pemkab Gianyar.

Dewan Gianyar menilai hal ini merupakan langkah brilian Bupati Gianyar, Made Mahayastra agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar tidak hanya mengandalkan pariwisata.

Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta, Senin (16/11/2020) mengatakan, DPRD Gianyar dari awal sangat mendukung setiap program Pemkab Gianyar.

Baca juga: Peringkat Kemudahan Mendapat Akses Listrik di Indonesia Naik Tajam Menjadi Urutan ke-33 pada 2020

Baca juga: 10 Orang Terjaring Razia di Kelurahan Loloan Jembrana, Pakai Masker Tapi Tak Menutupi Mulut & Hidung

Baca juga: Guru Besar Pertanian Unud: Petani Sudah Miskin, Tapi Malah Dijadikan Bemper Inflasi

Sebab dalam perencanaan, pihaknya telah melihat hal ini dilakukan untuk kemajuan Gianyar, baik dari segi ekonomi daerah maupun masyarakat.

"Proyek ini tentu tak sekadar obsesi dari membangun Gianyar. Namun ada multiplier effect penting di dalamnya.

Antara lain, pencegahan pengangguran di tengah banyak warga kehilangan pekerjaan karena wabah Covid-19.

Dengan itu, praktis terjadi perputaran ekonomi di tengah kelesuan pariwisata yang menjadi andalan ekonomi Bali, khususnya Gianyar," ujar Tagel.

Hal terpenting yang kami banggakan, kata dia, proyek-proyek ini tentu akan menambah nilai ekonomi baik di masyarakat dan PAD bagi Gianyar.

Tagel Winarta menyebutkan salah satu proyek dengan prospek peningkatan PAD yakni Unit Usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Payangan.

Dimana konsumennya nanti, kata dia, akan menyasar instansi-instansi yang operasionalnya dianggarkan APBD, rumah sakit, kegiatan-kegiatan adat keagamaan, dan sebagainya.

 "Pembangunan AMDK Payangan  ini membuktikan Gianyar tak sekadar mengandalkan PAD dari pariwisata," tandasnya.

Selain itu, Tagel juga mengatakan, lembaga DPRD Gianyar mengapresiasi Bupati Gianyar yang piawai meracik APBD, sehingga meskipun perekonomian secara umum lesu, dan bahkan di kabupaten lain banyak proyek dibatalkan, namun di Gianyar semua proyek tetap jalan, tanpa adanya pengurangan-pengurangan pada anggaran program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

 Satu di antaranya adalah program Bantuan Kabupaten (BK) atau program yang menggratiskan masyarakat berobat ke rumah sakit pemerintah hanya dengan bermodalkan KTP Gianyar.

Baca juga: Alih Fungsi Lahan Marak di Bali, Subak Diprediksi Akan Lenyap pada 2030

Baca juga: Timnas U-19 Indonesia Diberitakan Media Korsel Akan Jalani TC di Daegu

Baca juga: Arti Mimpi Menjadi Artis & Bertemu Artis, Sama-Sama Pertanda Keinginan Sukses Tetapi Berbeda Hasil

Diketahui, anggaran BK tahun ini hanya Rp 32 miliar, namun di tahun 2021 nanti ditambah Rp 3 miliar, sehingga total anggarannya Rp 35 miliar.

 "Saat yang lain banyak membatalkan pembangunan, Gianyar justru tetap bisa membangun dan tanpa mengurangi penganggaran terhadap program yang bersentuhan dengan masyarakat. Tentu kami di DPRD Gianyar akan terus mengawal supaya nanti hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," tandasnya.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra sebelumnya telah meninjau semua proyek-proyek APBD Gianyar dengan total anggaran, Rp 1,2 triliun.

Mahayastra mengatakan, dari semua proyek, selain ada yang telah selesai, sebagian besar proyek yang masa kerjanya berakhir di akhir tahun 2020 ini, telah mencapai 80 persen lebih. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved