Myanmar
Polisi Myanmar yang Membelot Meningkat Tajam, Mereka Dukung Rakyat Melawan Junta Militer
Kondisi terkini dilaporkan, lebih dari 600 orang polisi Myanmar bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil.
TRIBUN-BALI.COM, NAYPYIDAW – Gerakan melawan kudeta militer di Myanmar semakin menarik perhatian dunia internasional mengingat korban terus berjatuhan.
Kondisi terkini dilaporkan, lebih dari 600 orang polisi Myanmar bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil.
Aksi pembelotan di tubuh kepolisian Myanmar meningkat tajam sejak terjadi kebrutalan saat menumpas demonstran pada akhir Februari 2021.
Seperti dilansir The Irrawaddy, Jumat 5 Maret 2021, ratusan orang polisi yang membelot ini berasal dari berbagai divisi dan departemen kepolisian di seluruh Myanmar.
Baca juga: Selamat Jalan Angel, Sosok Gadis 19 Tahun yang Ditembak Mati Polisi Myanmar, Ini Pesan Terakhirnya
Baca juga: Ned Price Sebut Amerika Sangat Sedih Atas Kekerasan Junta Myanmar yang Makin Brutal
Menurut The Irrawaddy, lebih dari 500 polisi yang berpartisipasi dalam gerakan pembangkangan sipil pada Kamis 4 Maret 2021.
Setelah itu menyusul 100 orang polisi lainnya ikut bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil pada Jumat 5 Maret 2021.
Sumber dari kepolisian di Naypyidaw mengatakan, hanya negara bagian Rakhine yang tidak dilaporkan adanya aksi protes dari polisi yang membelot.
Menurut dia, partisipasi Kepala Kepolisian Cabang Khusus Tin Min Tun dalam gerakan pembangkangan sipil berdampak besar di lingkungan kepolisian.
Tin Min Tun menulis di Facebook, dia bergabung dengan pegawai negeri yang melakukan pembangkangan sipil.
“Saya tidak mau lagi mengabdi di bawah rezim militer. Saya bergabung dengan pegawai negeri yang berpartisipasi dalam pembangkangan sipil,” demikian Tin Min Tun.
Dia mengungkapkan rasa hormat kepada pengunjuk rasa yang lebih muda yang memimpin gerakan melawan junta militer.
Seorang perwira senior, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan junta militer belum memberikan perintah untuk menindak polisi yang membelot.
“Para komandan hanya meminta untuk membawa mereka kembali, membujuk mereka untuk kembali ke tugas mereka dan menyelesaikan masalah mereka,” kata perwira tersebut.
Beberapa sumber dari kepolisian Myanmar mengatakan, tidak ada polisi yang bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil yang kembali bekerja dan tidak ada yang ditahan.
Seorang polisi di Yangon yang bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil mengatakan, dia tidak tahan melihat penderitaan yang dialami rakyat Myanmar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-myanmar-dan-demonstran.jpg)