Myanmar
Polisi Myanmar yang Membelot Meningkat Tajam, Mereka Dukung Rakyat Melawan Junta Militer
Kondisi terkini dilaporkan, lebih dari 600 orang polisi Myanmar bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil.
“Saya tahu sebiji wijen tidak bisa membuat minyak tapi saya tetap memilih untuk pergi, berkata pada diri sendiri bahwa mereka setidaknya akan kehilangan seorang petugas untuk menekan pengunjuk rasa jika saya berhenti,” ujarnya.
Polisi yang berpartisipasi dalam gerakan pembangkangan sipil mengatakan, mereka hanya akan menerima perintah dari pemerintahan terpilih.
Beberapa di antaranya berujar, mereka akan menawarkan jasa jika anggota parlemen Myanmar terpilih membentuk tentara untuk melawan rezim militer.
Mayoritas petugas yang telah bergabung dengan gerakan pembangkangan sipil mengajukan pengunduran diri.
Baca juga: AS Berikan Sanksi Bagi Militer Myanmar : Akses Kementerian, Bisnis Militer dari Perdagangan Diblokir
Beberapa lainnya hanya memberi tahu atasan mereka bahwa mereka bergabung dengan gerakan itu, kata seorang polisi di Naypyidaw.
Dalam surat pengunduran diri sejumlah polisi mengatakan, mereka tidak akan melaksanakan perintah dewan militer dan mengundurkan diri untuk bersama rakyat.
Reuters melaporkan pada Kamis bahwa setidaknya 19 petugas telah melarikan diri ke Mizoram di India melalui Negara Bagian Chin dan meminta suaka politik.
Beberapa petugas yang membelot memiliki pengalaman selama bertahun-tahun dan telah memenangi penghargaan kinerja yang luar biasa.
Siap Mati Membela Demonstran
Sementara itu biarawati Katolik yang berlutut dan menangis di depan militer Myanmar berkata, dia siap mati demi melindungi demonstran.
Dalam aksi dramatis di Myitkyina, Negara Bagian Kachin, Suster Ann Roza Nu Tawng memohon kepada polisi dan tentara agar tak menembak.
Dalam gambar yang dirilis 28 Februari 2021, tembakan terdengar saat Ann Roza mendekati penegak hukum yang berpakaian lengkap.
Kepada Sky News, Suster Ann Roza mengatakan, dia tahu bakal mati. Namun, dia siap berkorban demi menyelamatkan nyawa pengunjuk rasa.
Dia menceritakan, pada saat kejadian, dia tengah berada di klinik dan melakukan tugasnya untuk merawat pasien.
Saat itulah, dia melihat ada serombongan orang berada di jalan. Dia langsung tahu kelompok itu adalah demonstran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/polisi-myanmar-dan-demonstran.jpg)