Breaking News:

Berita Buleleng

Jelang Hari Raya Nyepi di Bali, Prajuru Desa Adat Buleleng Gelar Upacara Mapepada & Sucikan 20 Hewan

Prajuru Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali menggelar upacara Mapedada di Pura Desa Adat Buleleng, Jumat, 12 Maret 2021.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Prajuru Desa Adat Buleleng, Bali saat melaksanakan Upacara Mapepada, yang merupakan ritual mensucikan hewan-hewan yang akan dipersembahkan dalam Upacara Tawur Kesanga Labuh Gentuh, Jumat, 12 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Serangkaian hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1943, prajuru Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali menggelar upacara Mapedada di Pura Desa Adat Buleleng, Jumat, 12 Maret 2021.

Upacara Mapepada ini merupakan ritual mensucikan hewan-hewan yang akan dipersembahkan dalam Upacara Tawur Kesanga Labuh Gentuh, yang dilaksanakan pada Sabtu, 13 Maret 2021. 

Ketua Panitia Tawur Kesanga Labuh Gentuh 2021, Putu Mahendra mengatakan, hewan yang disucikan dalam upacara Mepepada ini berjumlah 20 ekor.

Baca juga: Hari Raya Nyepi di Bali, 5 Puskesmas Rawat Inap di Tabanan Standby, 170 Nakes dan 4 Ambulans Siaga

Baca juga: Memaknai Nyepi, Begini Penjelasan Ida Rsi Terkait Sasih Mala hingga Fenomena Ogoh-ogoh di Bali

Terdiri dari angsa, ayam, bebek, anjing, kambing, sapi dan kerbau. Upacara ini dipuput oleh Ida Bhagawan Dwija Yoga Wiswa dari Griya Taman Hyang Kori Agung, Kelurahan Paket Agung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

"Tahun ini Upacara Tawur Kesanganya berbeda dari tahun sebelumnya.

Upacaranya naik satu tingkat, dengan menambah hewan kerbau untuk dikurbankan.

Peningkatan ini dilakukan mengingat saat ini sedang dalam kondisi pandemi Covid-19, jadi kami memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar Covid bisa segera berlalu, dan bumi bisa kembali seperti dulu," jelasnya.

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Pemkab Bangli Gelar Ritual Mepepada Agung

Baca juga: Dua Kali Nyepi di Bali Tanpa Pawai Ogoh-ogoh, Bagaimana Pengaruhnya? 

Setelah disucikan, pada Sabtu, 13 Maret 2021hewan-hewan tersebut akan digunakan sebagai sarana pacaruan dalam Upacara Tawur Kesanga Labuh Gentuh yang dilaksanakan di  Catus Pata.

"Jadi  hewan-hewan yang akan dipersembahkan dalam Upacara Tawur Kesanga Labuh Gentuh ini semuanya sudah dalam keadaan suci.

Mudah-mudahan dengan upacara ini dapat menetralisir alam bawah, tengah dan atas atau yang disebut dengan bhur bwah swah," terangnya.

Baca juga: Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Gianyar Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi

Baca juga: Tak Ada Ogoh-ogoh Menjelang Nyepi, Aparat di Badung Antisiapasi Adanya Kegiatan Mabuk-mabukan

Sementara dalam Upacara Tawur Kesanga Labuh Gentuh nantinya akan dipuput oleh lima orang sulinggih. Teridiri dari Siwa, Brahmana, Siwa-Buda dan Bujangga. (*) 

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Kambali
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved