Berita Gianyar

Jalan Menuju Pantai Saba Gianyar Bali Rusak, Camat Blahbatuh: Perbaikannya Dalam Tahap Tender

Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali merupakan salah satu destinasi wisatawan lokal dalam menikmati deburan ombak pantai.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Kondisi jalan menuju Pantai Saba, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Senin 15 Maret 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali merupakan salah satu destinasi wisatawan lokal dalam menikmati deburan ombak pantai.

Namun sayangnya, kondisi menuju pantai ini relatif memperihatinkan.

Mulai dari jalan rusak hingga sampah yang berserakan di jalanan.

Namun ternyata, kondisi tersebut telah menjadi perhatian pihak kecamatan.

Tapi, dikarenakan perbaikan dan penanganan kebersihan tersebut dianggap menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Gianyar, sehingga membutuhkan berbagai proses tahapan yang mesti dilalui sebelum penanganan bisa dilakukan.

Baca juga: Tahun 2021, Pemkab Klungkung Anggarkan Rp 18 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

Baca juga: 12 Titik Jalan Rusak di Tabanan Mulai Pengadaan Barang untuk Perbaikan

Baca juga: Pjs Bupati Karangasem Serinah Minta Agar Jalan Rusak & Mendesak Diprioritaskan untuk Diperbaiki

Camat Blahbatuh, Ida Bagus Dharma Yuda mengkonfirmasi, saat ini masih dalam proses tender.

Pantauan Tribun Bali, Senin 15 Maret 2021, kondisi memperihatinkan Jalan Pantai Saba ini sudah terlihat dari kawasan Bonbiu, Desa Saba tepatnya di areal pedagang tanaman.

Di tempat ini, sampah tampak berserakan di tengah jalan.

Diduga sampah tersebut merupakan sampah kiriman akibat hujan deras yang melanda Desa Saba sehari sebelumnya.

Tak jauh dari sana, tepatnya di Banjar Pinda yang juga masuk wilayah administrasi Desa Saba, sebuah jalan di ujung banjar ini ditutup menggunakan dua buah drim.

"Jalannya jebol, sudah sekitar sebulan lalu. Sudah ada petugas yang memeriksa ke sini," ujar seorang warga, I Wayan Sabar.

Sabar mengungkapkan, di bawah jalan jebol tersebut merupakan saluran irigasi petani.

"Awalnya dikasi plang, tapi karena diambil dan dibuang anak-anak, sekarang ditutup pakai drim," ujarnya.

Namun beruntung, hingga saat ini jalan rusak tersebut tidak menelan korban.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved