Breaking News:

Nyepi 2021

112 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi Hari Raya Nyepi

19 orang mendapatkan remisi selama 15 hari, 80 orang mendapatkan remisi satu bulan, 11 orang mendapatkan remis 1 bulan 15 hari, satu orang mendapatkan

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1943 menjadi berkah bagi ratusan warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja.

Pasalnya, Kementerian Hukum dan hak Asasi Manusia RI memberikan pihaknya remisi atau potongan masa tahanan selama 15 hari hingga dua bulan. 

Bahkan ada pula seorang warga binaan yang mendapatkan remisi bebas murni.

Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini mengatakan, remisi hari raya Nyepi ini baru diberikan kepada 112 warga binaan pada Selasa (16 Maret 2021).

Warga binaan yang mendapatkan remisi ini rata-rata dari kasus narkotika dan pencurian.

Dengan rincian 19 orang mendapatkan remisi selama 15 hari, 80 orang mendapatkan remisi satu bulan, 11 orang mendapatkan remis 1 bulan 15 hari, satu orang mendapatkan remisi dua bulan, serta satu orang lainnya mendapatkan remisi khusus bebas murni.

Baca juga: Produktif dan Aktif di Lapas, Ratna Dewi Istri Mendiang Jro Jangol Mendapat Remisi Khusus Hari Nyepi

Baca juga: 73 WBP Lapas Tabanan Dapat Remisi Khusus Hari Nyepi, Dominan Kasus Pencurian

Baca juga: Hari Raya Nyepi, 746 WBP se-Bali Dapat Remisi, 5 WBP Hirup Udara Bebas

“Warga binaan yang mendapatkan remisi ini seluruhnya sudah menjalani masa tahanan lebih dari enam bulan, dan berkelakuan baik.  Secara resmi remisi tersebut kami berikan pada Selasa pagi,” ucapnya.

Imbuh Mut Zaini, meski ada satu warga binaan yang mendapatkan remisi bebas murni, warga binaan yang diketahui bernama I Kadek Supartika itu harus kembali merasakan gerahnya tidur di balik jeruji besi untuk ke dua kalinya di Lapas Kelas IIB Singaraja.

Pasalnya, polisi masih menemukan adanya kasus pencurian yang dilakukan oleh Supartika dikawasan hukum Polsek Busungbiu.

“Jadi masih ada kasus lama yakni pencurian yang dilakukan oleh Kadek Supartika, yang belum diputus oleh pengadilan. Makanya meski sudah mendapatkan remisi bebas murni pada kasus pertama, dia harus kembali ditahan untuk kasus yang kedua,” ucap Mut Zaini.

Selain itu kata Mut Zaini, ada dua warga binaan yang juga mendapatkan asimiliasi, sesuai dalam Permenkumham Nomor 32 tahun 2020. 

Sehingga bila ditotalkan selama pandemi Covid-19, atau tepatnya pada 2020 lalu ada sebanyak 190 warga binaan di Lapas Kelas IIB Singaraja yang mendapatkan asimilasi.

Namun dari 190 orang itu, dua diantaranya dinyatakan gagal karena kembali berulah.

“Untuk dua napi yang kembali berulah saat menjalani masa asimilasi harus menjalani sisa masa penahanan di Lapas. Kemudian masa penahanannya juga praktis akan ditambah lagi karena kembali melakukan perbuatan melawan hukum,” tutupnya. 

Ikuti berita Nyepi 2021

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved