Berita Bali
Ribuan Pohon Ditanam di Kintamani Bali untuk Rawat DAS Ayung
lebih dari 3000 bibit bambu dan pohon-pohon lainnya akan ditanam selama kegiatan penghijauan ini.
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Noviana Windri
"Bambu mampu tumbuh di lahan yang rusak, jaringan akarnya mampu menstabilkan tanah miring sehingga mencegah longsor dan erosi, dua masalah yang kerap menimpa DAS, dan yang terpenting, satu rumpun bambu mampu menyimpan hingga 5000 liter air per tahun," paparnya.
Baca juga: Dukung Penghijauan di Seluruh Markas Komando Polri, Kapolda Bali Tanam Pohon di SPN Singaraja
Baca juga: Penghijauan di Pesisir Lepang, Upaya Mengembalikan Ekosistem Pasca Penanganan Abrasi
Pada musim hujan, rumpun bambu menyerap dan menyimpan air di akar rimpang, batang, serta tanah di sekitarnya.
Saat musim kemarau, simpanan air itu dilepaskan kembali ke tanah.
Selain di DAS Ayung, YBL juga sedang mempersiapkan program penanaman bambu di delapan DAS di Jawa.
Bambu juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat sehingga bisa dipanen secara berkelanjutan.
Saat ini telah diidentifikasi sekitar 1500 penggunaan komersial untuk bambu.
Nilai pasar bambu global ditaksir telah mencapai 60 milyar Dollar.
"Bagi YBL, bambu adalah kunci menuju Ekonomi Restorasi, sebuah cara untuk mensejahterakan masyarakat pedesaan sekaligus melindungi lingkungan," ujarnya.
Konsep Ekonomi Restorasi inilah yang sedang dikembangkan YBL di Nusa Tenggara Timur melalui program Desa Bambu.
Dalam program berbasis desa ini, masyarakat petani diberdayakan untuk
membibit, menanam, dan merawat bambu di lahan kritis.
Bambu yang dipanen kemudian diolah menjadi strip dan pelet di pabrik yang dikelola desa itu sendiri. Strip akan menjadi bahan baku berbagai industri, termasuk industri konstruksi dan furnitur, sedangkan pelet untuk sumber bahan bakar terbarukan.
Ikuti berita tentang penghijauan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/jumpa-pers-penghijauan-das-ayung-di-denpasar-jumat-19-maret-2021.jpg)