Breaking News:

Myanmar

Tuduhan Korupsi Membuat Aung San Suu Kyi Sulit Kembali ke Panggung Politik Myanmar

Junta mendakwa peraih Nobel Perdamaian itu melakukan korupsi. Tuduhan ini membuat Aung San Suu Kyi sulit kembali ke panggung politik Myanmar.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, bertemu Aung San Suu Kyi untuk membicarakan situasi di negara bagian Rakhine, di Naypyidaw, ibu kota Myanmar, Selasa malam 6 Desember 2016. 

TRIBUN-BALI.COM, YANGON - Tuduhan baru yang dilancarkan junta militer Myanmar terhadap pemimpin sipil yang digulingkan Aung San Suu Kyi semakin berat.

Junta mendakwa peraih Nobel Perdamaian itu melakukan korupsi. Tuduhan ini membuat Aung San Suu Kyi sulit kembali ke panggung politik Myanmar.

Sudah beberapa dakwaan yang diberikan junta militer Myanmar sejak mereka melakukan kudeta militer 1 Februari 2021 lalu.

Dilansir kantor berita Reuters, Jumat 19 Maret 2021, pengacara Aung San Suu Kyi melukiskan tuduhan terlibat kasus korupsi itu sangat tidak berdasar.

Baca juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Bagi Myanmar, Yayasan yang Didirikan Soros Tuntut Bebaskan Stafnya

Baca juga: Aung San Suu Kyi Akhirnya Muncul Pertama Kali Sejak Kudeta Militer 1 Februari 2021

Sebelumnya junta militer mendakwa Suu Kyi bersama atas kepemilikan walkie-talkie tanpa izin dan melanggar aturan pembatasan pandemi Covid-19.

Hari Rabu malam 17 Maret 2021, badan penyiaran militer Myanmar, Myawady menayangkan video seorang pengusaha Myanmar yang mengaku memberi Aung San Suu Kyi uang 550.000 dolar AS selama beberapa tahun.

Maung Weik pun mengaku telah menyumbangkan uang kepada tokoh-tokoh senior pemerintah demi kepentingan bisnisnya.

"Aung San Suu Kyi melakukan korupsi dan (pihak berwenang) bersiap untuk mendakwanya sesuai dengan Undang-Undang anti-korupsi," kata seorang penyiar selama siaran berlangsung seperti dilansir Reuters, Jumat 19 Maret 2021.

Sesungguhnya ini bukan pertama kali tuduhan korupsi diajukan terhadap Aung San Suu Kyi.

Minggu lalu seorang juru bicara junta militer menuding seorang kepala menteri yang sekarang ditahan telah mengakui memberinya 600.000 dolar AS dan lebih dari 10 kg emas batangan.

Halaman
123
Editor: DionDBPutra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved